TNI ikut turun tangan dalam kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera Selatan. Bagi warga yang kedapatan membakar lahan, sanksi tegas bakal diberikan.
Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI AM Putranto tidak segan-segan menembak pelaku pembakaran hutan. Sebab, kebakaran hutan di Sumsel sudah cukup meluas karena telah mencapai ratusan hektar. Kebakaran hutan tidak bisa diminimalisir jika tidak ada ketegasan terhadap pelaku, selain mengupayakan pemadaman.
"Jangan main-main untuk masalah kebakaran hutan dan lahan. Jika kedapatan sengaja membakar, akan ditembak di tempat," ungkap Putranto, Senin (7/8).
Pangdam menuturkan, kebakaran hutan mempertaruhkan harga diri bangsa di mata dunia. Dia tak ingin kebakaran hutan di provinsi ini seperti dua tahun lalu dan dampaknya dirasakan negara lain.
"Harus ditindaklanjuti apapun terjadi di lapangan," ujarnya.
Putranto menambahkan, baru-baru ini dirinya mengecek langsung lokasi kebakaran hutan di Kabupaten Ogan Ilir. Ini untuk memastikan perkembangan penanganan khususnya di lahan gambut.
"Tim Satgas Darat dan masyarakat Ogan Ilir bahu membahu melakukan pemadaman dibantu Manggala Agni dan waterboombing. Kita harus kompak menangani karhutla," ucapnya.