Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mardi pasrah saat rumahnya dirobohkan alat berat untuk pembangunan NYIA

Mardi pasrah saat rumahnya dirobohkan alat berat untuk pembangunan NYIA Rumah warga dirobohkan untuk Bandara NYIA. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - PT Angkasa Pura (AP) I tetap merobohkan rumah milik warga meski mereka menolak pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA). Keputusan ini menindaklanjuti proses land clearing atau pembersihan lahan Izin Penetapan Lokasi (IPL) NYIA.

Pantauan di lapangan, Kamis (19/7), proses land clearing dimulai sejak pukul 09.00 WIB. Pihak AP I mengerahkan empat tim petugas, backhoe dan ratusan relawan. Selama proses merobohkan bangunan, Kepolisian, TNI dan Satpol PP tampak berjaga.

Perobohan sempat diwarnai dengan perlawanan. Warga tetap menolak rumahnya dikosongkan dan dirobohkan.

Petugas AP sempat membacakan putusan dari pengadilan bahwa tanah yang berada di kawasan IPL sudah sepenuhnya beralih menjadi tanah milik negara.

Sementara itu proses perobohan diawali dengan ratusan relawan mengeluarkan barang-barang milik warga penolak NYIA. Usai barang-barang ini dikeluarkan dan dinaikkan ke truk, backhoe langsung datang dan merobohkan rumah warga.

Hingga pukul 12.30 WIB, pihak AP sudah melakukan perobohan sejumlah rumah warga penolak NYIA. Saat ini, sudah ada 18 rumah dari 32 rumah warga penolak bandara NYIA yang dikosongkan dan dirobohkan oleh AP.

Mardi, warga yang rumahnya dirobohkan hanya bisa pasrah dan merelakan. mengaku pasrah dan merelakan rumahnya dirobohkan. Mardi pun berencana akan memindahkan barang-barang miliknya ke rumah saudara.

"Saya pasrah. Ini mau saya bawa ke rumah saudara," tutup Mardi.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP