Korban kekerasan GAM di Aceh masih menunggu keadilan

Reporter : Eko Prasetya | Kamis, 18 April 2013 10:43




Korban kekerasan GAM di Aceh masih menunggu keadilan
Protes Aceh. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Para korban dan kekerasan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) hingga saat ini masih menunggu pihak berwenang Indonesia untuk menyediakan keadilan. Karena itu, banyak orang yang masih menderita akibat konflik tersebut.

"Para keluarga korban masih tidak tahu apa yang terjadi kepada orang hilang yang mereka cintai. Sementara mereka yang bertanggung jawab hidup bebas," ujar Deputi Direktur Asia-Pacific dari Amnesty International, Isabelle Arradon dalam laporannya yang berjudul 'Saatnya menghadapi masa lalu' (Time to face the past), di Hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis (18/4).

Isabelle menambahkan Amnesty International dan kelompok hak asasi manusia lainnya telah mendokumentasikan serangkaian kejahatan yang dilakukan di Aceh. GAM juga melakukan penyanderaan dan pembunuhan terhadap mereka yang dianggap berhubungan dengan pemerintah.

"Banyak kejahatan atau kekerasan ini merupakan kejahatan di bawah hukum internasional. Untuk itu, Indonesia memiliki kewajiban untuk mengadili para pelaku," katanya.

Konflik Aceh bermula pada tahun 1976, dan memuncak selama operasi-operasi militer antara 1989 sampai perjanjian damai 2005. Untuk damai, dibutuhkan banyak korban dan kerusakan terhadap penduduk di Aceh.

Perjanjian damai 2005 menyerukan pembentukan yang baik suatu pengadilan HAM dan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi bagi Aceh. Namun, keduanya hingga kini belum ada sehingga sulit bagi para pelaku dibawa ke muka hukum secara serius.

"Para korban yang berbicara dengan kami senang dengan relatifnya stabilitas sejak perjanjian damai 2005. Tetapi mereka tidak bisa mengerti mengapa hak mereka atas kebenaran dan keadilan tidak dihargai," tutur Isabelle.

[did]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# GAM

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Usai jadi fashionista, kini North West justru mirip ayahnya
  • Tarik wisatawan, Pulau Tidung buat penangkaran Ikan Paus
  • Satu lagi terdakwa sodomi di JIS divonis 8 tahun bui
  • Kepada Komisi III, Kemenkum HAM curhat di DKI tak ada LP anak
  • Ini dia burung paling 'latah' di dunia!
  • Tahun depan, PTPN VII batal cari dana di bursa saham
  • Ahok sangkal pelarangan motor bentuk diskriminasi
  • Bank asal China tawarkan utang proyek infrastruktur Indonesia
  • Lapas & Rutan Salemba penuh sesak, kelebihan kapasitas 400%
  • Tongkat di Pendekar Tongkat Emas tak dibuat sembarangan
  • SHOW MORE