Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Keluarga vaksin palsu RS Sayang Bunda Bekasi tuntut ganti rugi uang

Keluarga vaksin palsu RS Sayang Bunda Bekasi tuntut ganti rugi uang vaksin palsu untuk bayi. ©2016 Merdeka.com/ronald

Merdeka.com - Ratusan orangtua korban penggunaan vaksin palsu di Rumah Sakit Ibu dan Anak, Sayang Bunda, Babelan, Kabupaten Bekasi, menuntut ganti rugi uang. Pasalnya, mereka menolak vaksinasi ulang meskipun gratis, karena masih trauma vaksin di rumah sakit itu.

"Lebih baik minta ganti rugi uang daripada vaksin ulang," kata orang tua bayi pengguna vaksin palsu, Naenah (25), Senin (18/7).

Naenah mengaku memvaksin anaknya sampai tiga kali di rumah sakit tersebut sejak Desember 2015 lalu. Setiap vaksin harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 750 ribu. Ia kaget ternyata vaksin yang digunakan adalah palsu.

Ia menolak divaksin ulang di rumah sakit yang sama setelah terungkap kasus vaksin palsu di rumah sakit tersebut. Kini ia memilih memvaksin anaknya yang berusia 6 bulan ke Puskesmas.

"Kami sudah tidak percaya lagi vaksin di tempat ini. Lebih baik saya vaksin di Puskesmas atau Posyandu," ujar Griya Asri, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan ini.

Sementara itu, pihak RSIA Sayang Bunda, belum menanggapi permintaan keluarga korban vaksin palsu ini. Rumah sakit tetap menjalankan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan untuk mengimunisasi ulang pasien yang terpapar vaksin palsu.

"Kami tetap menjalankan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan untuk melakukan vaksin ulang," ujar Direktur RSIA Sayang Bunda, Teguh Nurwanto.

Ia menambahkan, hari ini di rumah sakitnya dijadwalkan pemberian vaksin ulang terhadap 21 bayi. Nama-nama pasien sesuai dengan rekomendasi dari Satgas Vaksin Palsu Kementerian Kesehatan. Pemberian vaksin dilanjutkan setelah ada data kiriman dari Satgas tersebut pada besok.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP