Kecam Unggahan Peneliti BRIN, Kokam Muhammadiyah Jateng Minta Anggota Tahan Diri

Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda (Kokam) Muhammadiyah Jateng mengecam unggahan peneliti BRIN, Andi Pangerang Hasanuddin yang menyebarkan pernyataan menjurus pada ujaran kebencian melalui akun Facebooknya. Namun, seluruh anggotanya tetap diminta menahan diri agar situasi kondusif.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kecam Unggahan Peneliti BRIN, Kokam Muhammadiyah Jateng Minta Anggota Tahan Diri
Apel siaga Kokam Muhammadiyah. ©2017 Merdeka.com/istimewa

Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda (Kokam) Muhammadiyah Jateng mengecam unggahan peneliti BRIN, Andi Pangerang Hasanuddin yang menyebarkan pernyataan menjurus pada ujaran kebencian melalui akun Facebooknya. Namun, seluruh anggotanya tetap diminta menahan diri agar situasi kondusif.

"Kami minta seluruh anggota Kokam, khususnya Jawa Tengah, tetap menahan diri dari tindakan persekusi maupun upaya lain yang akan berakibat hukum. Dan mengimbau untuk tetap menjaga situasi tetap kondusif, agar tidak mengungkapkan atau pernyataan yang akan memperkeruh keadaan," kata Komandan Kokam Muhammadiyah Jawa Tengah Andika BR, Rabu (26/4).

Pernyataan yang dilontarkan Andi Pangerang Hasanuddin sangat menyakiti hati warga Muhammadiyah dan berpotensi memicu kegaduhan.

"Dan menyakiti hati sesama anak bangsa, sehingga kami menuntut klarifikasi serta permintaan maaf secara terbuka terhitung sejak pernyataan ini kami buat," ungkapnya.

Sosok Andi Pangerang Hasanuddin pada Selasa (24/4) viral di medsos setelah menuliskan pernyataan yang menyebut menghalalkan darah semua warga Muhammadiyah. Atas pernyataan itu, Kokam Muhammadiyah Jateng mendesak Polri guna mengusut tuntas kasus ini sesuai hukum yang berlaku.

"Menuntut kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia, mengusut dan mengambil tindakan tegas berkaitan dengan permasalahan tersebut, sehingga dapat diselesaikan dengan cara hukum sesuai dengan SE Kapolri No 6/X/2015 tentang Ujaran Kebencian," tutupnya.

Rekomendasi