Ini candaan lucu untuk ABG tak empati ibu hamil di KRL
Merdeka.com - Dinda menjadi bahan candaan akibat mengunggah status berisi kebencian kepada ibu hamil yang meminta duduknya di KRL. Mulai dari gambar hingga tulisan yang menyindir Dinda marak di jejaring sosial.
Atas masalah tersebut, nama Dinda sudah disebut sekitar 33.700 kali di jejaring sosial Twitter, bahkan menjadi salah satu trending topic.
Dinda sudah meminta maaf atas kesalahannya tersebut. Dinda mengaku masalah itu menjadi pelajaran dirinya untuk tak sembarang menyebar kebencian di sosial media.
Berikut candaan untuk ABG tak empati ibu hamil di KRL:
Berdiri sejak 1919
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comGambar Nyonya Meneer pun tak luput menjadi sasaran untuk menyindir Dinda. Tulisan dalam gambar itu menyindir keluhan Dinda yang harus berdiri selama sejam dalam KRL."Yahilah Dinda baru berdiri sebentar di kereta, apa kabar saya? Nyonya Meneer berdiri sejak 1919."
Dinda dimana kau berada
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comGambar musisi Katon Bagaskara juga menjadi objek untuk menyindir Dinda. Dalam gambar tersebut judul lagu Katon 'Dinda Dimanakah Kau Berada' seolah-olah mencari Dinda di dalam kereta yang penuh sesak.Di gambar Katon bertuliskan, "Dinda dimanakah kau berada.""Di dalem baaang," tulisan gambar kereta penuh sesak.
Waria ajak Dinda naik KRL
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comDinda benar-benar menjadi objek candaan yang empuk. Bahkan ada gambar dua orang bencong yang naik kereta memanggil Dinda agar tak terganggu dengan ibu hamil."Dindaaa. Naik kereta ini aja dijamin ga ada yang hamil."
Kereta khusus wanita kecuali Dinda
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comGambar kereta khusus wanita jadi media untuk menyindir Dinda. Tulisan 'Kereta Khusus Wanita' ditambah dengan 'kecuali Dinda.'
Dinda, ngekos sana!
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comDalam sebuah capture foto berisi status yang menyuruh Dinda untuk menyewa indekos. Agar Dinda tak harus jalan terlalu pagi untuk mengejar kereta dan diminta kursinya oleh ibu hamil."Dear Dinda abg kereta alay,Nih gue bantuin ngitung:1. Naik ojeg dari rumah Rp 10.0002. 2x naik angkot Rp 6.0003. Tiket kereta Depok-Jkt Rp 6.000Total sekali jalan Rp 22.000Total berangkat-pulang Rp 44.000Lo kali 22 hari kerja = Rp 968.000Rp 968.000 = NGEKOS SANA!
(Edisi akuntansi)."
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya