T (40), ibunda M, bocah laki-laki yang disodomi petugas kebersihan Jakarta International School (JIS), tegas akan memindahkan anaknya dari JIS. Apalagi pihak JIS pernah mengeluarkan pernyataan yang membuatnya kesal."Apalagi setelah ada statement sekolah, 'apakah ibu nggak malu kalau anaknya kembali ke sekolah kita (JIS) kemudian teman-teman ledekin dia?'. Saya bilang, 'siapa yang mau kembali ke sekolah Anda? Begitu sombongnya Anda berpikir anak saya akan kembali ke sana'. Memang sekolah itu saja yang internasional," kata T kepada wartawan di Griya Dewantara, Jalan RS Fatmawati Nomor 16-18, Jakarta Selatan, Sabtu (19/4).T yang mengenakan kemeja putih dan didampingi suaminya itu merasa telah ditipu JIS. Sebab, TK JIS ternyata tak memiliki izin."Iyalah, kamu mau masuk tidak ada izin, bayar Rp 20 jutaan mau perbulan, itu makanya jengkel saya. Merasa dikhianati," katanya.Ia juga membantah tudingan pihak JIS yang mengatakan kondisi keluarganya tidak harmonis. Sehingga, anak bisa mengalami kasus kekerasan seksual."Karena keadaan rumahnya harmonis, mental anaknya bisa cepat sembuh. Jadi apa yang dibilang JIS soal saya dan suami tidak harmonis terbantahkan. Tanya saja Kak Seto, beliau nggak mungkin bohong," katanya."Betapa sombongnya petinggi-petinggi JIS itu bilang ke ibu korban. Saya memasukkan anak saya bayar bukan mengemis," pungkasnya.
Ibu bocah TK JIS: Betapa sombongnya para petinggi JIS itu
Pihak JIS pernah mengeluarkan pernyataan yang membuat T kesal.
Advertisement
Rekomendasi