Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dinkes Jayawijaya: 18 Ribu Penerima Vaksin Belum Terdaftar di Kemenkes

Dinkes Jayawijaya: 18 Ribu Penerima Vaksin Belum Terdaftar di Kemenkes Vaksinasi booster di Gereja HKBP Menteng. ©2022 Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Sebanyak 18 ribu penerima vaksin Covid-19 di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua belum terdata pada penerima vaksinasi di Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Saat ini Dinas Kesehatan Jayawijaya tengah merekap data berupa nomor induk kependudukan (NIK) penerima vaksin untuk disampaikan ke pusat.

"Jadi semua yang sudah punya NIK dan sudah mendapat vaksinasi dan terdata pada Pemda Jayawijaya ternyata tidak terdata di pusat, sehingga ada wacana nanti kita akan buat semacam rekapan," kata Kepala Dinas Kesehatan Jayawijaya, Willy Mambieuw di Wamena, Kamis (3/2).

Dia memastikan telah membicarakan hal itu dengan dinas kependudukan dan pencatatan sipil, kepolisian serta TNI. Hasil rekapan itu nantinya ditandatangani kepala daerah sebelum diserahkan ke Kementerian Kesehatan.

"Kami akan membawa data itu ke sana agar bisa mencocokkan datanya mengapa ada selisih semacam itu. Tetapi untuk sistem Piker di BPJS tidak ada masalah," ujarnya.

Willy memastikan vaksinasi di Jayawijaya sudah mencapai 43 persen namun di data kementerian baru mencapai 22 persen. Hal itu terjadi karena 18 ribu penerima vaksin belum terinput di data kementerian dan baru 70-an ribu yang tercatat di sana.

"Ini mungkin karena sistem Piker yang ada di BPJS dengan Kementerian Kesehatan itu tidak sinkron sehingga kita akan lakukan pengecekan data ini," terangnya seperti dilansir dari Antara.

Dia memastikan kegiatan vaksinasi terus ditingkatkan mulai dari masyarakat wilayah pusat kota hingga distrik-distrik pinggiran.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP