Pemerintah Aceh mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah perubahan cuaca yang terjadi sejak beberapa hari terakhir. Hal itu terkait terdapatnya bibit siklon tropis 94W di Samudera Hindia Utara atau sekitar Barat Laut Aceh.
"Bibit siklon tropis 94W ini berpotensi terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang, serta dapat menyebabkan bencana banjir dan longsor," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Ilyas, Sabtu (4/12).
Dia menyebutkan, berdasarkan informasi siaga bencana hidrometeorologi yang dilaporkan Badan Meteorologi, Klimatolgi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, informasi siaga bencana itu berlaku tanggal 2, 3, dan 4 Desember 2021.
"Sebagaimana disebutkan BMKG, berdasarkan pantauan AoM TCWC (Tropical Cyclone Warning Centre) Jakarta, terdapat potensi daerah tekanan rendah atau bibit siklon tropis 94W di Samudera Hindia Utara atau sekitar Barat Laut Aceh dengan kecepatan angin di pusatnya mencapai 20 Knots dan tekanan udara 1007 MB, bergerak ke arah Barat–Barat Laut," ujar Ilyas.
Bibit siklon 94W tersebut, tutur Ilyas, membentuk daerah belokan angin (shearline) yang memanjang di pesisir barat hingga selatan Aceh, meliputi Banda Aceh, Aceh Besar, Sabang, Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, dan Simeulue. Kemudian daerah pertemuan angin (konvergensi) di Selat Malaka sebelah Timur Aceh.
Kepala Pelaksana BPBA Ilyas, menjelaskan kondisi ini dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan-awan konvektif, yang dapat menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.
"Itu terjadi di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut," ujarnya.