4 Keanehan kasus pemotongan kelamin Abdul Muhyi

Reporter : Laurel Benny Saron Silalahi | Rabu, 15 Mei 2013 08:02




4 Keanehan kasus pemotongan kelamin Abdul Muhyi
Abdul Muhyi. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Kasus yang menimpa Abdul Muhyi ini tergolong unik. Bagaimana tidak, jejaka asal Bogor ini dipotong kemaluannya oleh teman kencannya. Meski demikian Abdul tidak merasakan saat pelaku memotong kemaluannya itu.

Tragisnya lagi, kemaluan Abdul yang nyaris putus itu tidak bisa disambung lagi. Bahkan dokter yang mengoperasinya menyarankan agar kemaluannya diamputasi.

Polisi pun hingga kini masih sulit mengungkap kasus ini. Abdul masih malu-malu dan sering berubah-ubah saat memberikan keterangan kepada petugas kepolisian.

Kasus ini pun masih menimbulkan tanda tanya besar. Berikut 4 keanehan kasus yang menimpa Abdul tersebut.

[hhw]


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






 

Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Gelar acara 'Unlock the future', Asus kenalkan ZenFone baru?
  • Cerita tragis pembantaian satu keluarga di Jombang
  • 4 Kritik seputar kasak kusuk kabinet & menteri ekonomi Jokowi
  • Baru jadi presiden, Jokowi mulai ditagih janji kampanye
  • Miss Universe 1965 Asal Thailand tak menua setelah 50 tahun
  • Menyorot gaya busana Ibu Negara Iriana
  • Gara-gara lihat orangtua bersetubuh, pria ini cabuli bocah SD
  • Batal umumkan menteri di Priok, Jokowi terbelenggu parpol?
  • Benigno: Jangan terlalu kritik pak Jokowi
  • Review: Tolak menyerah, Arsenal menang dramatis
  • SHOW MORE