Merdeka.com tersedia di Google Play

Tragedi Syiah Sampang (4)

Tragedi Karbala di tanah Madura

Reporter : Mohamad Taufik | Senin, 18 Maret 2013 10:35


Tragedi Karbala di tanah Madura
kerusuhan syiah dan sunii. ©Istimewa

Merdeka.com - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur Kiai Haji Abdusshomad Buchori menyatakan penanganan pengungsi Syiah di Gedung Olah Raga Sampang, Madura, sulit. Sebab mereka menolak direlokasi, sedangkan pemerintah provinsi dan kabupaten juga khawatir kekerasan bakal kembali terjadi bila mereka dikembalikan ke kampung.

"Kalau kembali itu rawan, negara ingin aman. Karena mayoritas masyarakat Madura menolak mereka. Karena ditolak itulah kemudian rawan kekerasan, lalu akan timbul friksi-friksi kalau mereka tetap di situ," kata dia saat dihubungi merdeka.com melalui telepon selulernya, Jumat pekan lalu.

MUI beberapa kali dilibatkan dalam pertemuan antara pemerintah dengan pengungsi. Pemerintah ingin menempatkan para pengungsi ke lokasi bermartabat. Caranya, kata Abdusshomad, pengungsi harus direlokasi ke tempat aman agar mereka tidak diganggu lagi. Tapi pemimpin Syiah Sampang menolak dan menuntut dikembalikan ke tempat asal.

Bagi dia, tawaran pemerintah itu sudah manusiawi dan menjadi solusi paling aman bagi masyarakat Sampang. Meski banyak kelompok menilai tawaran relokasi melanggar hak asasi, Abdusshomad berdalih sikap pemerintah tidak menabrak Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM.

"Mereka sebenarnya ingin ada penyelesaian apa enggak. Kalau ingin manusiawi harus ditata. Ada baiknya mereka hijrah saja," kata ketua Dewan Tanfidziyah Nahdhatul Ulama Cabang Jember ini.

Lalu bagaimana dengan fatwa sesat Syiah, dia menegaskan tidak ada rencana mencabut fatwa nomor Kep-01/SKF-MUI/JTM/I/2012 tentang kesesatan ajaran Syiah. Menurut dia, fatwa itu sudah final. Berdasar putusan MUI pusat pada 1984, antara syiah dan sunni memiliki perbedaan-perbedaan pokok, karena itu keberadaan Syiah harus diwaspadai.

Para pengungsi Syiah hingga kini masih berada di GOR Sampang. Karena alasan keamanan, mereka dilarang kembali ke kampung mereka, Dusun Nangkernang, Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang. "Saya tidak tahu apa status kami di sini, apakah kami ini penjahat hingga diperlakukan seperti itu," kata Iklil Almila, warga Syiah.

Pemerintah provinsi menawarkan relokasi ke tempat lain, tetapi tawaran itu ditolak. "Pemerintah jangan disalahkan dong kalau mereka (pengungsi) menolak dipindah. Pada dasarnya, kami tidak pernah memaksa relokasi, hanya sebatas menawarkan tempat lebih layak dan manusiawi," Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf.

Malang benar nasib para pengungsi Syiah asal Sampang ini. Hidup tanpa kepastian di pengungsian, dilarang pulang ke kampung halaman.

Rasanya tidak berlebihan menyebut tragedi Karbala terjadi di Madura. Seperti kata pemikir Syiah asal Iran, Ali Syariati. "Kulla makan Karbala wa kulla yaum Asyura (Tiap tempat adalah Karbala dan saban hari merupakan Asyura)."

[fas]


Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Bentrok Sampang, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Bentrok Sampang.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup





Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
LATEST UPDATE
  • Gempa 5,6 SR guncang Gunung Kidul
  • Sekjen baru sebut pergantian posisi buat PPP makin solid
  • Romi nilai kisruh PPP hanya mal administrasi
  • Hendak teror turis Israel, Thailand tangkap anggota Hizbullah
  • Mengintip pesona Kota Palu, dari bukit hingga pantai
  • Ada tanda tangan SDA, surat pemecatan 4 DPW PPP dianggap sah
  • Susah tidur? Lakukan 5 cara mudah ini!
  • Romi: Koalisi dengan Gerindra masih bisa dievaluasi
  • Jumat Agung, Merak dipadati mobil dan sepeda motor
  • Ini cerita napi LP Pemuda Tangerang yang terlibat bentrok
  • SHOW MORE