Misteri Hilmi Aminuddin (1)

Bungkamnya putra pentolan NII

Reporter : Islahudin, Faisal Assegaf | Senin, 4 Maret 2013 07:00




Bungkamnya putra pentolan NII
Rumah Hilmi Aminuddin di Lembang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. (merdeka.com/islahuddin)

Merdeka.com - Setelah mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq, kasus dugaan korupsi impor daging sapi ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menyeret Ridwan Hakim, putra keempat Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin. Ridwan menjalani pemeriksaan Senin pekan lalu diyakini berperan sebagai penghubung Luthfi dengan pihak swasta.

Meski perkara itu menjerat anaknya, Hilmi tetap bungkam. Paling cerewet membela dia adalah para pentolan partai. "Kita tidak perlu ribut-ribut, tinggal bapaknya, ustad Hilmi Aminuddin, memanggil anaknya kembali untuk menghormati hukum. Menghormati hukum adalah bagian syariah Islam yang menjadi asas parpol itu," kata Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas di kantornya, Jakarta, Rabu dua pekan lalu. Dia mengomentari Ridwan yang kabur ke Turki sehari sebelum dicekal.

Ridwan akhirnya pulang dan memenuhi panggilan KPK. Hilmi juga tidak bersuara. Menurut Yusuf Supendi, salah satu pendiri Partai Keadilan, sebelum berganti nama menjadi PKS, Hilmi selalu berpura-pura. Dia mengaku sudah lama mengenal Hilmi sejak masih kuliah di Universitas Islam di Madinah, Arab Saudi, akhir 1979.

Tidak banyak yang tahu soal Hilmi. Dia memang jarang berbicara kepada media. Padahal, kata Yusuf, Hilmi bersama Luthfi dan Presiden PKS Anis Matta merupakan perusak partai. Dia mengungkapkan bulan lalu kedatangan tokoh-tokoh mantan anggota Negara Islam Indonesia (NII). Dari penjelasan mereka, dia mengenal ayah dari Hilmi merupakan petinggi Darul Islam atau NII, yakni Danu Muhammad Hasan.

Pada 1971, Presiden Soeharto diduga menugaskan Ali Moertopo untuk mengendalikan manuver NII. Kemudian Moertopo memerintahkan Pitut Soeharto melaksanakan tugas ini. Akhirnya terjadi pertemuan sejumlah anggota NII di rumah Danu, Jalan Situ Aksan, Bandung, Jawa Barat. Akibat pertemuan itu, NII pecah dua menjadi NII Fillah dan dan NII Fisabilillah. NII Fillah setuju menghentikan kegiatan separatis mereka dan mendapat ampunan dari Soeharto, sedangkan kelompok kedua menolak tawaran bergabung. "Danu Muhammad Hasan termasuk menerima amnesti," kata Yusuf saat merdeka.com menemui dia di rumahnya, Jalan Lapan V Nomor 28 RT 012 RW 01 Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin malam pekan lalu.

Dalam pertemuan itu, Ismail Pranoto terlambat hadir. Daud Beureuh dari Aceh lantas menunjuk Danu menjadi Panglima NII Jawa dan Madura. menurut informasi dari wartawan senior mewawancarai Pitut di rumahnya, Surabaya, Jawa Timur, Danu bekerja membantu Ali Moertopo di Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin) pada 1971-1974. Atas bantuan Ali Moertopo pula, Hilmi bisa melanjutkan kuliah ke Madinah, Saudi, hingga tamat dari Fakultas Syariah akhir 1970-an.

Diuber dua pekan terakhir, Hilmi hanya menjawab singkat telepon merdeka.com. "Maaf saya sedang rapat, nanti saja dihubungi." Hingga artikel ini dilansir, panggilan telepon atau pesan singkat tidak ditanggapi. Diburu di rumahnya, Lembang, Jawa Barat, dia juga tidak dapat ditemui.

Padahal, menurut Ketua RW 10 Ganjar, Hilmi ikut mencoblos saat pemilihan gubernur Jawa Barat di lingkungan tempat tinggalnya, akhir bulan lalu. Pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar, calon dari PKS, akhirnya menang.

Baca juga:
Lantang menantang Lembang
Bertangan besi ingin berkuasa sampai mati
Rajin berdakwah malas salat berjamaah
Dulu terlilit utang kini penguasa Lembang
Melongok petilasan sang imam

[fas]

KUMPULAN BERITA
# PKS

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER

LATEST UPDATE
  • Wali Kota Bima Arya berangkat haji bersama 307 jemaah dari Bogor
  • Dirazia kabur, pesepakbola asal Nigeria ngumpet di dapur warga
  • Boneka bicara kotor, Ibu di Inggris gugat produsen Barbie
  • Tolak IR 97 persen, Wincos jernih dari dalam, gelap di luar
  • Euis tipu calon TKI asal Lampung & Jateng puluhan juta rupiah
  • Ngaku lahir di Indonesia, WNA Belanda cekcok dengan Imigrasi
  • Chanyeol tulis pesan penuh perasaan untuk EXO dan fans
  • Kejagung juga tahan Profesor Prawoto atas korupsi Transjakarta
  • Ahok kumpulkan kepala daerah penyangga bahas masalah banjir
  • Lift petugas Imigrasi di Kalibata City jatuh dari lantai 19 ke 7
  • SHOW MORE