Nasib Relokasi 2.000 Rumah Korban Erupsi Gunung Semeru, Pemkab Lumajang Siapkan Ini

Rencananya, sebanyak 2.000 rumah warga terdampak peningkatan aktivitas berapi dengan memiliki ketinggian 3.676 mdpl itu bakal direlokasi. Begini kabar terbarunya.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Nasib Relokasi 2.000 Rumah Korban Erupsi Gunung Semeru, Pemkab Lumajang Siapkan Ini
Penampakan sebelum dan sesudah erupsi Gunung Semeru. ©Satellite Image 2021 Maxar Technologies/Handout via REUTERS

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur tengah mencari lokasi yang tepat untuk tempat relokasi hunian warga terdampak awan panas guguran Gunung Semeru.

Rencananya, sebanyak 2.000 rumah warga terdampak peningkatan aktivitas berapi dengan memiliki ketinggian 3.676 mdpl itu bakal direlokasi ke tempat yang lebih aman.

"Kami sudah melihat mana zona-zona yang aman untuk dijadikan tempat relokasi bagi hunian yang rusak akibat dampak APG Gunung Semeru," ujar Wakil Bupati Lumajang Indah Amperwati di Posko Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jumat (10/12).

Indah menuturkan, Pemkab Lumajang sudah menentukan beberapa titik lokasi sebagai tempat relokasi warga terdampak bencana awan panas guguran Gunung Semeru. Lahan yang dipilih ialah milik Perhutani.

"Tentu yang berpotensi kami ajukan adalah lahan atau tanah negara dalam pengelolaan perhutani karena cukup luas dan memungkinkan untuk relokasi rumah warga," lanjutnya, dikutip dari Antara.

Pastikan Lokasi Relokasi Aman

 
 
 
View this post on Instagram
     

A post shared by THORIQUL HAQ (@thoriqul.haq)

Pemkab Lumajang masih mendiskusikan beberapa titik lahan relokasi warga terdampak awan panas guguran Gunung Semeru dengan Badan Geologi guna memastikan lokasi yang diajukan benar-benar berada dalam zona nyaman.

"Secara teknis kami akan diskusikan dengan badan geologi juga, apakah lokasi-lokasi yang kami maksud untuk kami ajukan ke Perhutani dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) adalah zona aman, sehingga bisa dijadikan tempat untuk relokasi," terang Wakil Bupati yang akrab disapa Bunda Indah itu.

Sebelumnya, Perum Perhutani setuju memberikan pertimbangan teknis untuk lahan hutannya dijadikan tempat relokasi bagi korban yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana alam Gunung Semeru.

"Pada prinsipnya secara administrasi dan teknis tidak ada masalah, sambil menunggu usulan serta pendataan di mana lokasi-lokasi yang paling aman," jelas Direktur Utama Perum Perhutani Wahyu Kuncoro dalam siaran persnya.

Baca Juga Gunung Semeru Erupsi Setinggi 1 Km, Status Siaga Ditetapkan untuk Warga
Halaman Berikutnya Menteri LH Sebut Jatim Peringkat 1 Nasional Kelola Lingkungan dan Sampah
Rekomendasi