Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta Basri Baco meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk tidak membuka sekolah. Ini mengacu pada panduan yang dikeluarkan berdasarkan surat keputusan 4 Menteri.
Sebagaimana diketahui dalam panduan sektor pendidikan di masa pandemi Covid-19, wilayah yang berada di zona merah, oranye, dan kuning tidak diperkenankan melakukan pembelajaran tatap muka.
Sementara wilayah yang masuk dalam zona hijau diperkenankan melakukan pembelajaran tatap muka, dengan catatan telah memenuhi sejumlah syarat yang telah ditetapkan pemerintah.
"Saya rasa jangan main-main dengan nasib dan keselamatan anak sekolah. Kalau belum aman jangan dulu buka sekolah. Belajar dari rumah saja semua," tegas Basri kepada merdeka.com, Rabu (16/6).
Dia meminta Pemprov belajar dari kasus yang terjadi di negara lain. Jangan sampai pembukaan sekolah untuk pembelajaran tatap muka malah berdampak pada terjadinya penularan di antara siswa.
Advertisement
Dia berpandangan, pembelajaran tatap muka tetap harus ditunda dulu meskipun sudah masuk zona hijau. Sebab perlu dipertimbangkan soal keadaan wilayah sekitar.
"Kalau yang hijau dibuka maka dia akan jadi merah juga nantinya. Karena masih ada wilayah yang merah di sekitar dia," ungkap dia.
Atas dasar itu, dia berharap keputusan untuk menyelenggarakan kembali pembelajaran tatap muka diambil setelah situasi sudah betul-betul dipastikan aman. Keselamatan dan kesehatan siswa menjadi taruhannya.
"Jangan buka sekolah kalau semua belum aman dan belum siap.Apa lagi SMP ke bawah. Kalau SMA dan Kampus (Mahasiswa) mungkin imunnya sudah bagus," tandas Basri.