Ketua Panitia Khusus (Pansus) Jakarta pascaperpindahan Ibu Kota Negara (IKN) Pantas Nainggolan menyatakan pembentukan pansus sebagai upaya yang dilakukan untuk mewakili suara masyarakat DKI Jakarta. Khususnya, dalam revisi undang-undang (UU) Nomor 29 Tahun 2007 Tentang Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI sebagai Ibu Kota NKRI.
"Alasannya supaya rakyat DKI Jakarta dalam hal ini diwakili DPRD terlibat dalam pembahasan itu. Hubungannya dalam revisi undang-undang daerah khusus ibu kota karena statusnya beralih pindah ke IKN," kata Pantas di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (15/8).
Pantas menjelaskan sebelum Ibu Kota Negara pindah ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pihaknya ingin memberikan masukan dan rekomendasi kepada pemerintah pusat terkait kedudukan Jakarta pascaperpindahan IKN.
Pantas menyatakan, adapun bentuk rekomendasi yang disampaikan salah satunya ialah soal kekhususan Jakarta. Antara lain kekhususan di sejumlah bidang seperti moneter atau keuangan.
"Tidak lagi kekhususan ibu kota, tetapi kekhususan bidang moneter dan keuangan. Nah, ini saya pikir perlu kita jabarkan lebih lanjut terhadap Jakarta di waktu yang akan datang," kata Pantas.
Advertisement
Pantas menyampaikan bahwa pendekatan ke pemerintah pusat akan diupayakan secara komprehensif, sehingga mampu menjawab tantangan Jakarta pasca tak lagi jadi Ibu Kota Negara.
Target rekomendasi pansus ini sendiri punya masa kerja enam bulan sejak mulai dibentuk. Enam bulan ke depan baru lah rekomendasi akan dikeluarkan.
Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta menyepakati pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Jakarta pasca perpindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan.
Diketahui, Pansus Jakarta pasca perpindahan IKN diisi oleh 25 orang yang terdiri dari dua pimpinan dan 23 orang anggota. Anggota pansus yaitu Pantas Nainggolan (Ketua Pansus), Jamaludin Lamanda (Wakil Ketua Pansus), Ida Mahmudah, Merry Hotma, Dwi Rio Sambodo, Indrawati Dewi, Steven Setiabudi, Wahyu Dewanto, Andyka.
Kemudian ada Purwanto, Syarifudin, Thopaz Nuhgraha, Syamsul, Nasrullah, Taufik Zulkifli, Abdul Aziz, Muhayar, Misan Samsuri, Wita Susilowaty, Oman R. Rakinda, Farazandi Fidiansyah, Idris Ahmad, William Aditya Sarana, Nova Harivan Paloh, Abdul Azis Muslim, dan Jamaludin.
Reporter: Winda
Sumber: Liputan6.com