Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama menduga ada 'kongkalikong' antara Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta Ika Lestari Aji, dengan Kepala Bidang Pembangunan Rumah Susun dan Pemukiman Dinas Perumahan Sukmana, soal uang gratifikasi dalam pembelian lahan Cengkareng.Tetapi, kata Ahok, Ika seolah ketakutan saat lapor kepadanya soal dana gratifikasi pembelian lahan sebesar Rp 9,6 miliar tersebut pada Januari lalu. "Iya dong, Bu Ika nya belagak ketakutan ini duit gimana gitu loh ya kan? Saya sudah bilang, saya sudah marah Januari. saya sudah bilang selidiki. Saya langsung pikir ada yang enggak beres," kata Ahok di Balai kota, Jakarta, Kamis (30/6).Ahok pun menduga ada yang tidak beres dengan laporan itu. Dan benar, Ahok menyebut Ika sempat menawarinya uang tersebut dan membuat Ahok meradang."Sampai ada yang berani mau halus-halus dia pikir saya demen duit. Saya sudah bilang aku enggak demen duit. Aku demen ribut," tegas mantan Bupati Belitung Timur ini. Seperti diketahui, BPK menemukan kejanggalan dalam laporan keuangan 2015 tentang pembelian lahan di Cengkareng. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diketahui membeli lahan seharga Rp 648 miliar di Cengkareng, Jakarta Barat. Belakangan diketahui tanah itu milik DKI.Namun entah bagaimana ceritanya diketahui tanah tersebut memiliki dua sertifikat. Satu miliki Dinas Kelautan Perikanan dan satunya milik seorang warga bernama Toeti Sukarno.Ika sendiri sempat melaporkan adanya upaya gratifikasi senilai Rp 9,6 miliar dari kasus lahan seluas 4,6 hektare di Cengkareng Barat, Jakarta Barat, Januari lalu. Sebelum melaporkan upaya gratifikasi, uang itu diberikan dari Kepala Bidang Pembangunan Rumah Susun dan Pemukiman Dinas Perumahan Sukmana.
Ahok sebut Ika pura-pura tak tahu soal gratifikasi lahan Cengkareng
"Sampai ada yang berani mau halus-halus dia pikir saya demen duit. Saya sudah bilang aku enggak demen duit," ujar Ahok
Advertisement
Rekomendasi