Peristiwa 20 April 1972: Keberhasilan Apollo Mendarat di Bulan

Luar angkasa atau yang dapat disebut sebagai ruang angkasa atau antariksa dapat dipahami secara harfiah sebagai sebuah ruang atau bentangan luas tanpa batas yang menaungi berbagai macam tata surya yang di dalamnya terdapat objek-objek luar angkasa seperti planet, satelit, bintang, asteroid, dan lain sebagainya.

Novi Fuji Astuti
Oleh Novi Fuji Astuti - Reporter
Peristiwa 20 April 1972: Keberhasilan Apollo Mendarat di Bulan
Chang'e Mendarat di Bulan. ©2019 The Independent

Luar angkasa atau yang dapat disebut sebagai ruang angkasa atau antariksa dapat dipahami secara harfiah sebagai sebuah ruang atau bentangan luas tanpa batas yang menaungi berbagai macam tata surya yang di dalamnya terdapat objek-objek luar angkasa seperti planet, satelit, bintang, asteroid, dan lain sebagainya. Luar angkasa dikatakan sebagai ruang tanpa batas karena hingga saat ini para peneliti memang belum dapat menemukan luas keseluruhan atau pun batas akhir dari luar angkasa.

Keberadaan luar angkasa telah menarik perhatian umat manusia sejak lama. Setidaknya hal tersebut terbukti melalui adanya ilmu astronomi yang telah dipelajari sejak berabad-abad lalu.

Seiring dengan berkembangnya waktu serta keberhasilan manusia dalam mengembangkan teknologi telah membawa perkembangan baru di mana manusia tidak hanya mampu melakukan pengamatan melalui permukaan bumi, tetapi juga dapat mengarungi dan melakukan penjajahan secara langsung ke luar angkasa.

Seperti yang telah dilakukan John Young yang berhasil mendarat di bulan dengan pesawat Apollo 16. Berikut informasi lengkapnya telah dirangkum merdeka.com melalui repository.unej.ac.id pada Selasa (19/04/2022).

Penjelajahan atau eksplorasi luar angkasa sendiri merupakan suatu aktivitas pengembangan yang dilakukan manusia terhadap luar angkasa. Penjelajahan tersebut dapat dihubungkan dengan pengembangan teknologi, ilmu pengetahuan hingga kepentingan politik sekalipun.

Pada masa awal perkembangannya, akses dan kontrol terhadap luar angkasa erat kaitannya dengan program propaganda yang dibangun oleh kedua negara superpower yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet melalui program luar angkasa masing-masing negara.

Kedua negara tersebut juga dapat dikatakan sebagai pelopor sekaligus yang berperan penting dalam percepatan perkembangan teknologi luar angkasa.

Pendaratan lunar milik Amerika Serikat yang kelima Apollo 16 pada 16 April 1972 menjadi daftar panjang keberhasilan eksperimen penjelajahan luar angkasa berikutnya yang hingga saat menjadi kisah yang membanggakan. Lunar tersebut telah menempuh perjalanan kurang lebih sejauh 238 mil ke bulan yang diberangkatkan dari Cape Canaveral, Florida.

Selang empat hari berikutnya Apollo 16 yang oleh astronot John W. Young dan Charles M.Duke mulai turun ke permukaan bulan. Di mana lunar tetap mengorbit di sekitar bula dengan astronot ketiga yang turut serta dalam pendaratan tersebut bernama Thomas K.Mattingly, sebagai komandan.

Apollo 16 mengemban misi kelas-J dan mengangkut sebuah wahana Lunar Rover. dalam pendaratan tersebut sejumlah 94,7 kg sampel Bulan berhasil dibawa kembali ke Bumi. Selain itu, dalam perjalanan menuju bulan, Apollo 16 juga mengambil beberapa foto Bumi.
Sejumlah antariksawan Apollo 16 menemukan bahwa kawasan bulan yang sebelumnya dikira sebagai kawasan gunung berapi, ternyata merupakan kawasan yang dipenuhi dengan bebatuan yang terbentuk akibat bentura (breccia). Tak heran bila kemudian mereka membawa pulang sebongkah batu seberat 11,7 kg yang merupakan batu terbesar yang pernah dibawa ke bumi.

Rekomendasi