Seekor ular berjenis king kobra membuat geger salah satu kantor ekspedisi di Kota Cirebon, Jawa Barat, Rabu (8/6). Dalam tayangan yang viral di media sosial, hewan melata itu terlihat melawan saat tengah dievakuasi oleh tim damkar setempat.
Disebutkan jika ular tersebut merupakan paket yang berasal dari Cilacap, Jawa Tengah dan akan dikirimkan ke Kabupaten Indramayu.
"Detik-detik Petugas Damkar Kota Cirebon sedang berusaha menangkap King Kobra yang terlepas di Kantor TIKI Cirebon," tulis keterangan dalam video di Instagram @teraswarga, melansir Kamis (9/6). Berikut 4 faktanya.
Advertisement
Ular Kabur saat Karyawan Tengah Menyortir Barang
Menurut Pelaksana Harian dari jasa ekspedisi tersebut, Castra, kejadian itu bermula saat hari Rabu pagi ketika karyawan tengah menyortir barang yang hendak dikirimkan ke penerima di hari tersebut.
Saat itu, karyawan langsung dikagetkan dengan munculnya hewan reptil yang tiba-tiba keluar dari salah satu paket. Diketahui karyawan ekspedisi sempat mencoba menangkap ular tersebut, namun gagal hingga akhirnya menghubungi damkar.
"Kebetulan hari ini ada kirim paket dari Cilacap tujuan Indramayu, dan ketika proses incoming sortir, isi paket tersebut keluar yang itu adalah reptil," terangnya, mengutip ANTARA.
Advertisement
Dikemas Menggunakan Kardus
Adapun ular tersebut diketahui ditempatkan di dalam sebuah kardus yang kurang layak, sehingga ular dengan panjang empat meter tersebut berhasil lolos.
Sebelumnya, karyawan ekspedisi yang tengah menyortir sempat curiga karena kondisinya seperti terdapat benda yang bergerak. Saat diperiksa, kecurigaan itu terbukti lantaran isinya merupakan ular.
"Ini jenisnya kobra ya, karena tadi oleh rekan-rekan tidak bisa tertangani, karena cukup besar ya. Akhirnya kami mencoba menghubungi tim Pemadam Kebakaran Kota Cirebon," lanjutnya.
Advertisement
Pengemasan Tidak Layak dan Dianggap Membahayakan
Sementara itu, Wadanton Damkar Kota Cirebon, Hendri mengatakan jika kemasan paket untuk reptil dengan kardus sangat tidak layak dan berbahaya.
Ular tersebut diduga masih liar dan membahayakan karena kerap menyerang petugas damkar yang mengevakuasi sehingga diperlukan kehati-hatian.
"Saat tim tiba di lokasi, posisi ularnya sudah lepas dari kardus. Dan untuk kemasannya sendiri itu tidak layak karena pengemasannya menggunakan kardus yang berukuran kecil. Kemungkinan saat di perjalanan ular tersebut buang kotoran sehingga tempatnya lembap dan keluar," terang Hendri.
Advertisement
Perusahaan Ekspedisi Akan Evaluasi
Berdasarkan kejadian tersebut, pihak jasa ekspedisi akan mengevaluasi dan memperketat penerimaan paket pengiriman barang.
Dilanjutkan Castra, bahwa pengiriman hewan seperti reptil tersebut tak bisa sembarangan karena perusahaan sudah memiliki SOP tersendiri.
"Terutama kiriman reptil dari aturan boleh kirim reptil dan sudah ada SOP-nya terutama pada kemasan harus aman," katanya, melansir Liputan6.