Kronologi Rumah Pasutri di Sukabumi Ambruk karena Cuaca Buruk, Diawali Hujan Angin

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Simpenan, Dandi Sulaeman Selasa lalu mengatakan, kejadian bermula saat kondisi cuaca di wilayah tersebut diterpa angin kencang dan hujan deras.

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
Kronologi Rumah Pasutri di Sukabumi Ambruk karena Cuaca Buruk, Diawali Hujan Angin
Ilustrasi cuaca buruk. ©2012 Merdeka.com/Shutterstock/James Thew

Sebuah rumah milik pasangan suami istri Agus (41) dan Cicih Sumiati (41) di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, roboh diterpa cuaca buruk, pada Senin (20/12) petang.

Melansir dari ANTARA (22/12), Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Simpenan, Dandi Sulaeman Selasa lalu mengatakan, kejadian bermula saat kondisi cuaca di wilayah tersebut diterpa angin kencang dan hujan deras.

"Kami sudah melakukan pendataan ke lokasi rumah ambruk tepatnya di Kampung Cihaur RT 04/ 03, Desa Cihaur, dan hanya satu rumah yang diterjang angin kencang," kata Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Simpenan Dandi Sulaeman di Sukabumi, (21/12).

Terjadi Pukul 17.00 WIB

mixkit.co

Dandi mengungkapkan, bencana rumah ambruk tersebut berawal saat pemilik rumah, Agus dan Cicih tengah asyik menonton televisi di ruang tengah.

Di tengah kondisi hujan serta angin yang besar itu, Cicih merasa tidak enak hati hingga sempat mengkhawatirkan sesuatu terjadi. Tak berapa lama, suara gemuruh tiba-tiba terdengar dari bagian belakang yang merupakan dapur. Cicih yang berteriak langsung bergegas ke dapur dan memanggil sang suami

Dandi menambahkan, selain Agus dan Cicih, rumah tersebut juga dihuni oleh dua oran anak keduanya yang saat kejadian turut berkumpul.

Tidak Ada Korban Jiwa

Dandi menambahkan, jika peristiwa itu tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Pasalnya seluruh keluarga tengah berada di bagian depan rumah.

Dari hasil pantauan di lokasi, bangunan yang porak-poranda hanya pada bagian dapur rumah tersebut, sehingga sisi ruang tengah hingga depan masih bisa dihuni. Namun demikian, pihaknya mengimbau untuk selalu waspada mengingat hujan deras disertai angin kencang bisa saja kembali terjadi.

"Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan serta melaporkan kejadian ini kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta unsur terkait lainnya," katanya.

Usai kejadian, warga bersama unsur gabungan dari aparat TNI, Polri, relawan dan perangkat desa langsung melakukan kerja bakti bersama di rumah Agus dan Cicih.

Rekomendasi