4 Fakta Upaya Bunuh Diri di Balai Kota Bandung, Sempat Telepon Pegawai Balai Kota

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya mengatakan, dari pedalaman awal, korban sempat menghubungi rekannya yang bekerja di Balai Kota Bandung sebelum melakukan bunuh diri. Korban menjelaskan, dirinya sudah berada di depan gedung. Namun terlambat, saat temannya keluar, korban sudah tergeletak dan luka.

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
4 Fakta Upaya Bunuh Diri di Balai Kota Bandung, Sempat Telepon Pegawai Balai Kota
Ilustrasi bunuh diri. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/stavklem

Upaya percobaan bunuh diri baru-baru ini terjadi di depan gedung Balai Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (04/08) kemarin.

Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun di tempat kejadian perkara TKP, kejadian itu menimpa seorang korban berinisial GB (39) dengan luka tusuk di bagian perut dan leher.

Peristiwa tersebut lantas menghebohkan masyarakat di wilayah Kota Bandung, lantaran dilakukan korban pada siang hari sekitar pukul 13.00 WIB. Berikut kronologi kejadian, sebagaimana dilansir merdeka dari ANTARA, Kamis (05/08/2021).

Korban Ditemukan Sudah Tergeletak

Terkait kronologi, seorang saksi mata bernama Jajang (35) mengatakan jika saat pertama ditemukan kondisi GB sudah tergeletak di bagian depan gedung Wali Kota Bandung.

Jajang mengabarkan, jika korban saat itu sudah tergeletak dan mengalami luka di bagian leher serta perut yang diduga berasal dari sayatan pisau milik korban.

"Korban dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dengan menggunakan mobil ambulans dari PMI," terang Jajang. 

Beberapa saksi di lokasi pun sempat mengira GB merupakan korban kecelakaan sebelum ambulans datang. 

Korban Merupakan Ketua Harian Asosiasi Kafe dan Restoran (AKAR) Jabar

Senada dengan Jajang, Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Rudy Tri Handoyo mengatakan jika peristiwa tersebut terjadi pukul 13.00 WIB siang. Korban ditemukan di depan gedung Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Kota Bandung.

Rudy menjelaskan, korban percobaan bunuh diri tersebut merupakan ketua harian dari Asosiasi Kafe dan Restoran (AKAR) Jawa Barat.

Rudy menambahkan, terungkapnya identitas GB berdasarkan keterangan petugas ambulans yang mengevakuasi korban ke RSHS dengan menunjukkan identitas yang dikantongi korban.

Sempat Menghubungi Pegawai di Gedung Balai Kota

Sementara itu ditemui terpisah, Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya menjelaskan, berdasarkan pedalaman awal korban sempat menghubungi rekannya yang bekerja di Balai Kota Bandung sebelum melakukan percobaan bunuh diri.

Temannya merupakan PNS di bagian Humas Kota Bandung, dan mengabarinya jika ia sudah berada di bagian depan gedung tersebut.

"Tapi sudah terlambat, karena korban GB sudah menusuk bagian perut serta leher di bagian kiri dan kanannya" jelas Ulung.

Diduga Terkait PPKM

Sementara itu, sempat berhembus kabar jika motif korban melakukan bunuh diri lantaran terkait kebijakan PPKM Darurat di Kota Bandung.

Namun Ulung mengonfirmasi jika pihaknya masih belum bisa menyampaikan kesimpulan tersebut, lantaran motif percobaan masih didalami oleh anggotanya.

"Kami masih terus mendalami apakah itu terkait PPKM, karena saat sebelum penerapan PPKM kita sudah memfasilitasi antara ketua harian AKAR ini dengan Pemkot Bandung, Jawa Barat," ujar Ulung.

Korban masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin Kota Bandung, dengan kondisi yang sadar dan stabil tanpa bantuan oksigen.

"Pendarahan di luar sudah tertangani dengan perban balut tekan, pasien terpasang infus dengan menggunakan obat-obatan anti nyeri," ungkap Koordinator Pelayanan Medik RSHS dr Zulvayanti.

Rekomendasi