Pilih mana, karir atau keluarga?

Reporter : Lensi Christiana H | Rabu, 8 Februari 2012 10:00




Pilih mana, karir atau keluarga?
perdana.org.my

Merdeka.com - Dalam meniti karir, tidak heran jika banyak masalah yang muncul dan banyak juga yang harus diselaraskan, terutama untuk wanita yang sudah berkeluarga. Ada seorang wanita sudah menikah yang sukses dalam pekerjaannya, karirnya menanjak, dipercaya dengan jabatan yang tinggi, semua itu dia raih hanya dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Sempurna sekali jika kesuksesan yang dia raih dalam pekerjaan dibarengi dengan kesuksesan dalam rumah tangga.

Di lain sisi, suaminya merasa keberatan jika sang istri terlalu menggebu-gebu dalam bekerja, sering melanjutkan pekerjaan kantor di rumah, sering pulang terlambat karena meeting yang diadakan di luar jam kerja, dan banyak kejanggalan lain. Saat suami mengemukakan keberatannya, istri menjadi marah dan merasa tidak dimengerti, tidak diberi kebebasan berkarir. Dengan dalih "toh hasilnya juga untuk berdua" wanita membentuk tameng saat dikomplain soal pekerjaannya yang terlalu padat. Terjadilah konflik yang membuat pasangan tidak saling bertegur sapa selama berhari-hari, tidur seranjang tapi membelakangi satu sama lain. Keharmonisan mereka berubah menjadi suasana yang dingin.

Sebagai istri atau suami, Anda mungkin sedang mengalami kasus seperti di atas? Jika hal itu terus menerus dibiarkan, dapat mengancam kehidupan pernikahan Anda dan pasangan. Lalu bagaimana mengatasinya? Your Tango membantu Anda dengan solusi-solusi tepat untuk menyelaraskan karir dan rumah tangga Anda.

1. Membingkai ulang antara karir dan keluarga.
Ketika Anda merasa terjebak dalam suasana di atas, tampaknya tidak ada jalan lain yang bisa Anda tempuh. Anda perlu menyadari bahwa jalan keluar itu selalu ada, hanya saja Anda sedang terjebak dan pusing menghadapi persoalan yang berat sehingga Anda tidak bisa memikirkan solusinya. Jika pasangan Anda merasa keberatan dengan pekerjaan yang Anda kerjakan di rumah, saat akhir pekan, saat hari libur, atau bos Anda juga tidak memberikan kelonggaran kepada Anda sebagai orang yang sudah menikah, susunlah kembali batasan-batasan yang perlu Anda buat antara karir dan keluarga.

Duduklah dengan tenang, buatlah kalimat-kalimat tersebut dengan pernyataan yang sejujur-jujurnya dari dalam hati Anda, tanpa menilai apakah itu benar atau salah, hal ini membutuhkan keterbukaan Anda.

"Saat ini saya fokus dengan (karir atau keluarga) karena ................................."
"Ketika saya terlalu fokus pada (karir atau keluarga), saya merasa.....................karena...................."
"Kegiatan yang paling saya suka lakukan dengan suami/istri adalah............................"
"Dulu, saya merasa.....................saat kami.............................bersama."
"Semua pekerjaan berjalan lancar saat saya.................................."
"Saya bisa benar-benar efektif dan efisien dalam bekerja ketika saya........................................"

Pernyataan-pernyataan ini akan membantu Anda membingkai ulang situasi yang sedang Anda hadapi, dan memposisikan diri di posisi nol, saat kesuksesan karir belum Anda dapatkan, serta mengingat saat-saat pertama Anda memutuskan untuk menikah, mengingat kebahagiaan yang Anda peroleh bersama pasangan selama ini. Mungkin selama ini Anda beranggapan bahwa pekerjaan akan sukses jika Anda mampu memprioritaskannya dan mengesampingkan keluarga Anda untuk sementara. Hal itu sama sekali tidak benar. Anda perlu terbuka dalam membingkai ulang, sampai Anda bisa mulai melangkah bukan untuk karir ATAU keluarga, tetapi untuk karir DAN keluarga.

2. Sungguh-sungguhlah dalam mewujudkannya.
Sekarang saat Anda sudah menentukan untuk bersikap adil dengan karir dan keluarga, Anda harus tegas dengan waktu dan diri Anda sendiri. Saat bersama dengan keluarga atau pasangan Anda, fokuskanlah diri Anda dan jangan memikirkan tentang pekerjaan. Begitu juga sebaliknya saat Anda harus menyediakan sedikit waktu untuk pekerjaan, berikan pemahaman pada pasangan bahwa Anda perlu menyelesaikannya sejenak, supaya Anda dan pasangan dapat segera menonton bioskop bersama, pergi jalan-jalan, berenang, dan lain sebagainya.

Semakin Anda mampu mengoptimalkan waktu yang ada, semakin berkualitas juga hal yang Anda geluti, baik itu pekerjaan atau keluarga. Dengan demikian pernikahan Anda terselamatkan, karir juga dapat berjalan dengan baik.

[sic]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top


Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Dwi tetap dipilih meski beda antara urus semen dan minyak
  • Keluarga penganiaya pembantu di Medan pasang 16 CCTV
  • Lokasi pohon tumbang dan genangan air di Jakarta sore ini
  • Kasau: TNI AU siap tembak di tempat pencuri ikan
  • Hasil cetak printer jelek? Ini tips untuk mengatasinya!
  • Genangan air 50 cm, Jalan DI Panjaitan Jaktim terputus
  • Seperti inikah wajah Selena Gomez 10 tahun lagi?
  • Walhi: Jateng terancam bencana darurat kekeringan
  • Menteri ESDM dan BUMN kompak sebut Dwi Soetjipto putera terbaik
  • Musim hujan sudah tiba, 141 pompa di Jakarta masih kondisi rusak
  • SHOW MORE