Ratusan anggota koor sekolah Katolik Jerman mengaku dilecehkan

Para korban mengatakan kalau masa-masa mereka bersekolah di sana adalah saat terburuk dalam hidup mereka.

Aryo Putranto Saptohutomo
Ratusan anggota koor sekolah Katolik Jerman mengaku dilecehkan
Pastor Katolik Jerman lecehkan anggota paduan suara. ©2017 Getty Images/BBC

Praktik penganiayaan dan pelecehan seksual dilakukan kalangan pemuka agama Katolik di Jerman terbongkar. Dari sebuah laporan diterima disebutkan sekitar 547 anak-anak lelaki anggota paduan suara Regensburger Domspatzen di negeri panser itu menjadi korban pelecehan seksual selama 60 tahun.

Dilansir dari laman BBC, Rabu (19/7), dalam laporan itu juga disebutkan diduga sekitar 49 pastor Gereja Katolik menjadi pelaku pelecehan terhadap sejumlah anggota paduan suara itu, antara 1945 hingga 1990-an. Sayang, beberapa dari mereka sepertinya tidak bisa lagi dijerat karena kasusnya sudah kedaluarsa.

Menurut pengacara yang menyelidiki dugaan itu, Ulrich Weber, anak-anak menjadi korban rata-rata adalah siswa taman kanak-kanak hingga sekolah menengah umum Regensburger Domspatzen. Kini mereka sudah dewasa. Dari pengakuan korban, mereka merasa sekolah situasi sekolahRegensburger Domspatzenbagai penjara, neraka, atau kamp konsentrasi.

Menurut Weber, salah satu pastor yang diduga melakukan penganiayaan adalah Georg Ratzinger (93). Dia pernah menjadi pemimpin paduan suara sejak 1964 hingga 1994. Dia merupakan saudara tertua Paus Benediktus XVI. Namun, lanjut dia, Ratzinger menyangkal tudingan itu. Ratzinger cuma mengakui sempat beberapa kali menampar anggota paduan suara, tetapi tidak pernah hingga babak belur.

"Satu orang korban bisa menyebut dia pelakunya, tetapi tidak bisa ditindak," kata Weber.

Selama mengumpulkan laporan, Weber mengatakan dia menemukan setidaknya ada 500 pengaduan soal penganiayaan, dan 67 orang mengaku mengalami pelecehan seksual. Namun, dia mengakui tidak bisa menemui langsung dan mewawancarai para mantan siswa. Dia menduga korban penyimpangan di sekolah itu mencapai 700 orang. Sekitar 49 anggota gereja Katolik dia wawancara soal itu juga memilih bungkam.

"Para korban mengatakan kalau masa-masa mereka bersekolah di sana adalah saat terburuk dalam hidup mereka. Karena selalu dihinggapi rasa takut, kekerasan, dan tidak mampu berbuat apa-apa," kata Weber.

Sekitar 2010, paduan suara berusia seribu tahun itu mulai diterpa kabar skandal penganiayaan dan pelecehan seksual. Pada 2016 ada laporan menyebutkan sekitar 231 anggota paduan suara dianiaya.

Weber juga mengkritik kepemimpinan Uskup Regensburg, Gerhard Ludwig Muller, yang kini menjabat kardinal yang seolah mengabaikan dugaan penyimpangan di gereja itu, padahal sudah ada laporan sejak tujuh tahun silam. Apalagi, Muller juga menolak hasil investigasi Muller. Malah pihak gereja menawarkan uang damai buat para korban sebesar EUR 5000 (Rp 76 juta) hingga EUR 20 ribu (Rp 307 juta).

Gereja Katolik sudah diterpa skandal bertahun-tahun. Pada 1990, terungkap pemuka gereja Katolik di Irlandia melakukan pelecehan. Hingga saat ini, sejumlah pengakuan tentang pelecehan dan penganiayaan dilakukan para pastor terus bermunculan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa menuduh Vatikan secara sistematis membikin kebijakan membolehkan para pastor mereka melecehkan anak-anak. Hal itu yang menjadi pekerjaan rumah mesti diselesaikan Paus Francis. Dia pernah berjanji kepada korban akan menghukum pelaku pelecehan seksual di gereja.

Rekomendasi