Dunia

25 Juli 2024

Berita Utama

Berita Terbaru

Berita Utama Lainnya

{{caption}}
Bangladesh Pakai AI untuk Tilang Otomatis Pelanggar Lalu Lintas

Bangladesh telah mengimplementasikan teknologi AI untuk mengoptimalkan arus lalu lintas, sehingga diharapkan dapat mengurangi kemacetan yang sering terjadi.

{{caption}}
Kamboja Resmi Terapkan Wajib Militer, Pemuda 18-25 Tahun Wajib Siap Tempur

Mereka yang tidak memenuhi kewajiban untuk mengikuti wajib militer akan menghadapi ancaman hukuman penjara dan denda yang berat.

{{caption}}
FOTO: Eropa Dilanda Gelombang Panas Ekstrem

Gelombang panas lebih awal melanda sejumlah negara Eropa dan memecahkan rekor suhu di berbagai wilayah.

{{caption}}
China Perkuat Sistem Pengawasan, Warga Asing Makin Dipantau Ketat

Selain warga asing, otoritas di China juga memantau aktivitas warga lokal, termasuk individu yang terlibat dalam politik, aktivisme, dan organisasi sosial.

{{caption}}
Demi Redam Aksi Protes, Presiden Negara Ini Pangkas Gajinya dan Para Menteri

Dia mengumumkan memotong gajinya sebesar 50 persen dan juga seluruh menterinya.

{{caption}}
Pangeran MBS Dilaporkan Siap Mengakui Israel Hari Ini Juga, Tapi Ada Satu Penghalang

Trump selama ini mendorong negara-negara Arab untuk mengakui Israel dalam perjanjian Abraham Accords.

{{caption}}
Kelompok Peretas Ungkap Identitas 69 Tentara Israel yang Tangkap dan Siksa Relawan Flotilla

Peretas Handala mengklaim mereka mendapatkan identitas 69 tentara Israel yang diduga terlibat dalam pencegatan armada Global Sumud Flotilla belum lama ini.

{{caption}}
Presiden Iran Perintahkan Buka Kembali Akses Internet Internasional

Mekanisme yang menjelaskan kapan dan bagaimana Iran akan kembali terhubung ke jaringan internet global setelah keputusan tersebut masih belum terungkap.

{{caption}}
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran

Militer Amerika Serikat membela tindakan yang diambilnya dengan alasan bahwa itu merupakan langkah untuk melindungi diri sendiri.

{{caption}}
Netanyahu Mulai Khawatir, Takut Tak Bisa Pengaruhi Trump

Media Israel Channel 13 melaporkan pengakuan itu disampaikan Netanyahu dalam rapat tertutup pemerintah.