Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Beringasnya Demonstran Hong Kong, Rusak MRT sampai Lempar Molotov

Beringasnya Demonstran Hong Kong, Rusak MRT sampai Lempar Molotov Aksi demo di Hong Kong. ©AFP/DALE DE LA REY

Merdeka.com - Demo masyarakat Hong Kong soal rancangan undang-undang ekstradisi ke China makin memanas. Masyarakat merusak hampir seluruh fasilitas negara, salah satunya MRT. Sejumlah pengunjuk rasa melemparkan bom molotov dan batu bata ke arah petugas. Tiang lampu yang dilengkapi kamera pemantau dirobohkan. Beberapa yang lain menaruh bambu-bambu untuk menghalangi jalan.

Dan di balik demo Hong Kong ini, ada banyak hal yang perlu diketahui. Berikut fakta-fakta di balik demo Hong Kong yang sudah berlangsung hingga 13 pekan:

Menyamarkan Identitas

rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Demonstran beramai-ramai menyamarkan identitasnya saat melakukan aksi. Alasannya, mereka khawatir apabila identitas mereka terungkap oleh aparat berwenang dan kemudian dituntut atas beragam tuduhan. Sejak kericuhan pada bulan Juni lalu, terhitung sudah ada sekitar 700 orang yang ditangkap oleh pihak berwenang.

“Kita (demonstran) perlu menyembunyikan diri sehingga jika nanti tertangkap kamera, kita (demonstran) aman,” ujar salah seorang demonstran yang identitasnya disembunyikan karena alasan keamanan.

Pengunjuk rasa tersebut mengaku khawatir apabila polisi menemukannya dan melakukan tindakan kekerasan pada dirinya. Kemungkinan lain yang dikhawatirkan adalah apabila aparat mengidentifikasinya secara daring hingga mengancam keberadaan keluarga maupun teman-temannya.

Melempar Bom Molotov

molotov rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Polisi Hong Kong menangkap 36 demonstran, Senin (26/8). Para demonstran saling bentrok sengit dengan kepolisian setempat. Para pengunjuk rasa melemparkan bom molotov ke pasukan keamanan yang menanggapi dengan meriam dan gas air mata.

Dari 36 orang yang ditangkap, di antaranya 29 pria dan 7 wanita, berusia 12 sampai 48 tahun. Mereka ditangkap karena pelanggaran termasuk majelis yang melanggar hukum, kepemilikan senjata ofensif dan menyerang petugas polisi.

Berekspresi Melalui Tato di Badan

tato di badan rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Pendemo juga menyalurkan aspirasi melalui sebuah tato di tubuh mereka. Tato itu bergambang payung, mata berdarah, hingga bunga bauhinia, yang berarti ikon yang memberi arti baru dalam demonstrasi di Hong Kong.

Mengapa bergambar payung? Karena payung menjadi bentuk protes dalam beberapa bulan terakhir di Hong Kong, sebagai perisai terhadap gas air mata dan polisi antihuru-hara.

(mdk/has)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP