Trio pewarta foto di balik foto demo

"Foto demonya seru, dramatis, tapi artistik," puji yang lain. "Awesome, world class picture!"

Rita
Oleh Rita - Reporter
Trio pewarta foto di balik foto demo
Dwi, Arbas, dan Imam. merdeka.com/dok

"Mas foto-fotonya mantap!" Begitu puji beberapa teman tentang foto-foto yang dimuat di merdeka.com.

"Foto demonya seru, dramatis, tapi artistik," puji yang lain. "Awesome, world class picture!"

Pujian ada yang lewat email, SMS, BB messenger, hingga mention lewat twitter. Pujian tentang foto banyak datang saat ramai demo menentang kenaikan BBM akhir bulan lalu. Anda bisa lihat bagaimana demonstran ditarik petugas, foto warna-warni kembang api yang dipakai membubarkan demonstran. Emosi demosntran direkam dalam-dalam oleh para fotografer kita dan hasilnya disajikan di http://www.merdeka.com/foto/.

Pembaca merdeka.com yang setia -- boleh kita sebut merdeker's --, situs kami memang berusaha memanjakan mata pecinta foto. Maka, tatkala pertama kali membuka www.merdeka.com, Anda akan disuguhi foto horisontal memenuhi layar komputer Anda. Fotonya berasa seperti menohok mata. Ya, dengan porsi ukuran seperti itu, tujuan kami menampilkan foto besar jelas: ingin menyampaikan bahwa foto tak sekadar pelengkap, tapi bisa bercerita banyak. Dengan foto yang mantap, kuat, kontras dan artistik, pembaca akan dimanjakan dengan pesan dalam gambar. Pepatah bilang, foto itu lebih dari sejuta kata.

Lantaran foto menjadi andalan bagi kami, maka yang ditampilkan harus bagus. Konsep foto yang kuat -- bagus dan bernilai berita -- bagi media online yang mengandalkan berita berseri (news update), tidaklah mudah menjalankannya. Sebab kecepatan berita tulisan yang didapat di lapangan, jauh lebih mudah dibanding penyampaian foto. Apalagi dengan ukuran yang besar, perlu waktu lebih lama ketimbang tulisan dalam proses pengirimannya. Untuk itulah, kami kadang mensiasatinya dengan foto ilustrasi dan stok yang relevan. Inilah tantangan kami. Tapi kami yakin, tak ada yang tak bisa bila kita punya kemauan dan konsisten memegang komitmen. Memberikan foto terbaik adalah komitmen kami.

Siapa mat kodak di balik foto-foto mantap merdeka.com itu? Dialah trio pewarta foto andalan kami: Arie Basuki (Arbas), Dwi Narwoko (a.k.a Cak Mat), dan Imam Buhori. Bila sesekali Anda jumpa mereka, selain melihat kekhasan dandan seorang fotografer -- tas punggung berisi kamera, lensa-lensa, dan tripod -- juga selembar kafiyeh. Kain semacam taplak meja ini nan tipis ini bagi mereka multi fungsi. Bisa dipakai untuk alas salat, lap muka, keringat, dan efektif buat meliput demo. "Liputan di padang pasir apa lagi, penting ini," kata Arbas bangga dengan kafiyeh andlannya.

Arbas bukan orang baru di kalangan pewarta foto. Peraih banyak penghargaan fotografi, salah satunya Mochtar Lubis Award ini, sudah malang melintang di lapangan. Sebelum bergabung dengan merdeka.com dia adalah pewarta foto Tempo. Liputan peristiwa dari tsunami Aceh, erupsi Gunung Merapi hingga krisis di Timur Tengah, sudah pernah dilakoni. 

Sedangkan Dwi yang sebelumnya semedia dengan Arbas, sejak kuliah di Surabaya sudah aktif sebagai freelancer. Ketekunan dan keberanian terjun di berbagai liputan keras, membuat hasil jepretannya berkarakter. Dwi memang nyaris berada di jantung peristiwa itu. "Kalau kita takut, gak bisa dapat gambar bagus," jelas lelaki yang akrab dipanggil Cak Mat itu. 

Sementara itu Imam Buhori, tergolong baru di dunia kewartawanan. Meski demikian dia sudah sering ikut pelatihan foto jurnalistik dan foto seni. Menjadi pewarta foto merdeka.com adalah pengalaman pertama Imam terjun di jurnalistik media. Meski junior, diantara rekan-rekannya, jepretan Imam tak kalah ciamik. Dengan pengambilan angle yang beda dengan orang kebanyakan, jepretan Imam bisa lebih dramatis. 

Selain mereka bertiga di lapangan, tim foto diperkuat para periset foto yakni Mudasir, Debby, dan Mas Djoko yang siap mem-back-up Arbas-Cak Mat-Imam. 

Tentu tidak semua foto prima, terkadang ada yang kurang bagus dari sisi gambar tapi peristiwanya kuat. Yang pasti, kami memegang komitmen bahwa foto terbaiklah yang akan kita tampilkan. Tiada lain adalah demi kepuasan pembaca.

Halaman
Rekomendasi