Setelah berkali-kali gagal masuk kuliah kedokteran di beberapa universitas ternama, Kak Seto mengubah haluan. Dia pun memilih jurusan psikologi.
Di kampus, Kak Seto juga memilih aktif di organisasi kemahasiswaan. Malangnya, hal itu membawa dirinya berhadapan langsung dengan Jenderal TNI.