Wapres Ma'ruf: Pembatasan Mudik Lebaran Tingkatkan Penjualan Produk Halal Online

Rabu, 28 April 2021 10:45 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Wapres Ma'ruf: Pembatasan Mudik Lebaran Tingkatkan Penjualan Produk Halal Online Pertemuan silaturahmi PBNU dan Maruf Amin. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan pemberlakuan pembatasan arus mudik pada libur Lebaran 2020 menunjukkan adanya peningkatan penjualan daring terhadap produk-produk halal. Produk halal yang paling banyak dibeli oleh masyarakat secara daring saat itu ialah pakaian muslim, dengan pangsa pasar mencapai 86,63 persen dari total nominal transaksi di e-commerce marketplace.

"Pada Mei 2020, bertepatan dengan pembatasan arus mudik dan pengurangan hari libur sepanjang Hari Raya Idul Fitri 1441 H, justru terjadi lonjakan transaksi produk halal melalui e-commerce marketplace hingga tumbuh 7,25 persen yoy (year over year)," kata Wapres Ma’ruf Amin seperti dikutip dari Antara dalam web seminar ekonomi syariah yang diselenggarakan Universitas Diponegoro Semarang secara daring, Rabu (28/4).

Tingginya partisipasi masyarakat dalam transaksi penjualan produk halal tersebut, lanjut Wapres Ma'ruf, berkontribusi cukup banyak pada peningkatan perdagangan produk halal di dalam negeri.

"Data Bank Indonesia mencatatkan nominal transaksi produk halal melalui perdagangan elektronik selama Mei sampai Desember 2020 secara kumulatif tumbuh 49,52 persen dibanding periode yang sama tahun 2019," katanya.

2 dari 2 halaman

Ekonomi Syariah Dorong Pertumbuhan Ekonomi Saat Pandemi

dorong pertumbuhan ekonomi saat pandemi rev1

Wapres berharap kegiatan ekonomi syariah dapat terus meningkat sehingga mampu mendorong pertumbuhan perekonomian nasional di tengah pandemi COVID-19. Kinerja ekonomi syariah di masa pandemi, tambahnya, juga didorong oleh beberapa sektor prioritas dalam rantai nilai halal yang tumbuh positif, khususnya pertanian dan makanan halal.

Merujuk pada data Laporan Ekonomi Keuangan Syariah Tahun 2020 dari Bank Indonesia, Wapres Ma'ruf mengatakan kontraksi ekonomi syariah masih lebih baik daripada ekonomi nasional. "Dibutuhkan transformasi ekonomi yang mampu menggerakkan seluruh sektor dan melibatkan seluruh masyarakat, termasuk lapisan masyarakat terbawah," ujarnya.

[bim]

Baca juga:
Proses Sertifikasi Jadi Tantangan dalam Pengembangan Industri Halal
BI Sebut Posisi RI di Ekonomi Syariah Dunia Terus Meningkat
Punya Potensi Besar, Sri Mulyani Ajak Pelaku Usaha Garap Industri Halal
Dukung Ekonomi Syariah, Pemerintah Fokus Bangun Industri Halal
Sri Mulyani: Industri Halal Jadi Backbone di Tengah Pandemi Covid-19
Menperin: PPIH Fokus untuk Pengembangan Industri Halal di Indonesia
Menteri Teten Minta Unilever Transfer Pengetahuan Produk Halal pada UMKM Indonesia

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini