Wagub Jabar: Belum Ada Dampak Perpindahan Penerbangan ke Bandara Kertajati

Senin, 1 Juli 2019 17:42 Reporter : Dwi Aditya Putra
Wagub Jabar: Belum Ada Dampak Perpindahan Penerbangan ke Bandara Kertajati Bandara Kertajati. ©2018 Merdeka.com/Andrian Salam Wiyono

Merdeka.com - Pemindahan penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) atau Kertajati mulai berlaku hari ini, Senin (1/7). Kebijakan ini mulai berpengaruh pada kedua bandara dari sisi kepadatan penumpang.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mengaku masih belum terlalu melihat dampak dari adanya pemindahan ini. Sebab, dari tingkat penerbangannya sendiri masih belum terlalu banyak. Sehingga pemerintah provinsi masih akan mengkaji dan menghitung dampak dari adanya peralihan ini.

"Ya mungkin kan nanti setelah beberapa kali penerbangan (dampaknya). Sedangkan tadi kan baru beberapa kali dievaluasi," katanya saat ditemui di Kementerian Perekonomian, Jakarta, Senin (1/7).

Seperti diketahui, penerbangan domestik yang pindah ke BIJB Kertajati antara lain penerbangan dengan tujuan Banjarmasin, Batam, Bali, Medan, Pekanbaru, Pontianak, Ujung Pandang dengan maskapai Garuda, Lion, Sriwijaya, Nam, Wings, Air Asia, Citilink.

Saat ini, tahap pertama perpindahan penerbangan ada 13 rute dari Bandara Husein Sastranegara Bandung beralih ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB).

Sebelumnya, Eksekutif General Manajer Bandara Husein Sastranegara Andika Nuryaman mengakui ada penurunan penumpang. Namun, hal itu tidak terlalu berdampak signifikan. Karena, semua kebijakan sudah disosialisasikan kepada masyarakat secara massif.

Untuk mengganti penerbangan yang berpindah, pihaknya berupaya menambah rute penerbangan. "Penambahan lain yang Surabaya ke Jogja itu sudah kita lakukan juga. Termasuk kita mau usaha nambah internasional juga ke Bangkok misalnya. Nanti jumlahnya sama kayak yang pindah," katanya saat dihubungi.

Sementara itu, Vice presiden operation and performance BIJB, Agus Sugeng menyebut aktivitas penerbangan maskapai sudah mulai meningkat. Lion Air sudah siap melakukan 11 hingga 13 penerbangan, Citilink 6 kali penerbangan, Garuda dan Air Asia masing-masing satu kali penerbangan.

Puncak sibuk aktivitas penerbangan terjadi sekitar pukul 14.00 -15.00 WIB. "Kalau dari data rata-rata, sekitar 60-70 persen. Itu hal biasa, dan normal di penerbangan tidak Semuanya penuh dan tidak semuanya kosong," terangnya. [idr]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini