Upah Buruh Indonesia Tergolong Murah, Investor Tetap Pilih Vietnam untuk Relokasi

Rabu, 4 Desember 2019 20:19 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Upah Buruh Indonesia Tergolong Murah, Investor Tetap Pilih Vietnam untuk Relokasi Industri. bahanbakar.com

Merdeka.com - Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China membuat beberapa perusahaan terpaksa merelokasi pabriknya. Semula ada di China, mereka memilih melakukan relokasi ke negara lain agar tidak terkena dampak pengenaan bea masuk yang tinggi.

Sayangnya, dalam relokasi tersebut Indonesia dianggap kurang menarik. Investor dan pengusaha lebih memilih Vietnam tujuan relokasi.

Lembaga keuangan internasional Moody's Investor Service mencatat beberapa alasan mayoritas perusahaan merelokasi pabriknya dari China ke Vietnam.

Managing Director and Chief Credit Officer Michael Taylor mengungkapkan Vietnam dinilai memiliki produk ekspor yang mirip dengan China dan telah memiliki pabrik-pabrik untuk barang ekspor terutama untuk barang elektronik.

"Sedangkan tingkat kesamaan produk ekspor Indonesia dengan China lebih rendah. Vietnam juga telah memiliki pabrik sehingga perusahaan bisa meningkatkan produksinya," kata dia di Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (4/12).

Berdasarkan catatan Moody's ada tiga negara yang memiliki tingkat persamaan produk dengan China yaitu Vietnam, Thailand, dan Malaysia.

Baca Selanjutnya: Upah Indonesia Murah...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini