Tips Investasi untuk Kumpulkan Dana Membeli Rumah Impian

Jumat, 13 Mei 2022 07:00 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Tips Investasi untuk Kumpulkan Dana Membeli Rumah Impian investasi. shutterstock

Merdeka.com - Siapa yang tak mau punya rumah sendiri. Tapi, membeli rumah tidak semudah dan semurah yang dibayangkan. Apalagi properti itu cenderung mengalami kenaikan harga setiap tahunnya.

Dikutip dari laman Finansialku.com, rata-rata kenaikan harga properti berkisar 10 persen – 20 persen per tahun. Di mana, dua faktor yang mempengaruhinya ialah inflasi dan kekuatan pasar.

Salah satu cara untuk bisa segera memiliki rumah ialah dengan berinvestasi. Namun mirisnya, investasi ternyata bukanlah pilihan sebagian besar kelas menengah di dalam kota besar yang ada di Indonesia.

Sebuah penelitian tentang perilaku berinvestasi menyimpulkan bahwa uang tunai merupakan sebuah aset keuangan yang paling banyak dipegang. Uang tunai menjadi jauh diminati dibandingkan dengan emas, reksadana hingga properti.

Padahal, investasi sangatlah penting dalam jangka panjang dan mampu mengimbangi laju perkembangan inflasi. Jika masyarakat Indonesia masih tetap berpendirian bahwa menabung saja sudah dirasa cukup, tentu saja dana yang harus ditabungkan harus lebih besar demi menyesuaikan dengan berbagai kebutuhan akibat kenaikan harga.

2 dari 3 halaman

Cara Investasi untuk Beli Rumah

untuk beli rumah rev1

Sebelum berinvestasi, ada baiknya Anda mengetahui berbagai cara berinvestasi untuk membeli rumah berikut ini:

Tetapkan Tujuan

Semua investasi harus bermuara pada tujuan keuangan masing-masing. Apakah membeli rumah itu untuk masa persiapan pensiun atau untuk membahagiakan keluarga?

Semakin kuat tujuan Anda untuk dicapai, maka akan semakin mudah Anda membuat detail dari setiap langkah dan strategi yang diambil karena diimbangi oleh motivasi yang sama kuatnya ketika Anda sedang down atau tidak bersemangat.

Buat Budgeting

Prosentase untuk tabungan ini bisa berbeda-beda untuk setiap individu, tergantung pada kebutuhan dan kondisi yang sedang dialami. Misalnya, jika Anda memang sedang tidak ada tanggungan utang sama sekali, Anda bisa prioritaskan prosentase tabungan untuk rumah ini sebesar 30 persen dan sisanya bisa dialokasikan untuk keperluan yang lainnya.

Konsisten Menabung

Memulai sesuatu yang baru memang cenderung lebih mudah dibandingkan dengan mempertahankannya. Demikian juga dengan menabung, terkadang banyak orang terkendala saat di tengah jalan mengalami masalah keuangan sehingga merelakan prioritas tabungannya yang selama ini sedang berjalan.

Untuk membuat kita semakin konsisten, sistem autodebet cenderung bisa menolong untuk menabung, terutama bagi mereka yang suka lupa untuk menabung. Pisahkan rekening tabungan yang dikhususkan untuk menabung dan otomatiskan fitur autodebet untuk menarik sebagian dana yang telah diputuskan sebelumnya untuk masuk ke rekening khusus tabungan membeli rumah tersebut.

3 dari 3 halaman

Investasi yang Cocok untuk Beli Rumah

cocok untuk beli rumah rev1

Tujuan keuangan sudah mantap, alokasi budget sudah disesuaikan kebutuhan, sekarang saatnya hunting instrumen investasi yang cocok untuk rumah.  Tapi sebelumnya, tetapkan instrumen investasi sesuai dengan jangka waktu Anda ingin memperolehnya ya!
 
Investasi Emas

Logam mulia emas memang selalu jadi andalan bagi para investor, apapun tujuan keuangan dan jangka waktu investasi mereka. Alasannya karena emas memang aset yang likuid dan sangat mudah untuk dijual-belikan sewaktu-waktu. 

Selain itu, jika bersanding dengan inflasi, emas memang salah satu instrumen investasi yang selalu jadi jawaranya karena nilainya yang cenderung stabil. Bagi Anda yang memiliki tujuan keuangan membeli rumah idaman dalam kurun waktu 4 hingga 6 tahun ke depan, emas bisa jadi pilihan investasi Anda dengan risiko yang minim. 
 
Deposito

Bagi Anda yang tertarik untuk berinvestasi dengan jangka waktu yang relatif pendek, deposito bisa jadi pilihan Anda dengan prosedur yang tidak jauh berbeda saat Anda membuka tabungan di bank. Dengan minimal setoran awal sekitar Rp 5 juta, Anda bisa membuka rekening deposito Anda. 

Tingkat bunga deposito tentu lebih tinggi dibandingkan tabungan seperti biasanya ya! Oleh sebab itu, semakin besar nilai tabungan deposito Anda, maka akan semakin besar juga hasil yang Anda dapatkan dari bunga deposito yang menyertainya. 

Namun demikian, ada satu hal yang perlu Anda perhatikan saat berinvestasi deposito, yaitu jangka waktu yang disepakati tidak boleh dilanggar. Anda tidak diperkenankan untuk mencairkan dana deposito sewaktu-waktu karena Anda akan dikenakan biaya penalty yang pastinya akan merugikan Anda. 
 
Investasi Reksa Dana

Selain menjanjikan, Reksa Dana adalah salah satu investasi yang tergolong mudah dalam mengaturnya karena Anda bisa mempercayakan investasi Anda kepada Manajer Investasi (MI). 

Anda tinggal membayarkan sejumlah dana yang nantinya akan dikelola oleh Manajer Investasi. Dana tersebut akan dibagikan ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi dan juga deposito. Tak perlu repot harus selalu memantau portofolio Anda setiap saat bukan?

Selanjutnya, institusi yang mengelola uang Anda akan menggabungkan uang Anda dengan investor lain, sehingga Anda tidak perlu memulai investasi dengan dana yang besar. Hanya dengan modal Rp100.000 saja, Anda bisa mulai berinvestasi Reksa Dana. 

Bagi Anda yang belum punya pengalaman dalam berinvestasi, Reksa Dana bisa jadi pilihan karena dana Anda sudah dikelola oleh orang-orang profesional. 

Saham

Saham adalah bukti penyertaan atau kepemilikan seseorang di dalam suatu perusahaan. Anda bisa disebut sebagai pemilik perusahaan jika Anda memiliki saham di dalam perusahaan tersebut, tentu saja tergantung seberapa besar porsi saham yang Anda miliki ya!

Saham itu sendiri berwujud selembar kertas yang dikeluarkan oleh perusahaan dan menyatakan bahwa pemilik kertas yang namanya tercantum dalam surat tersebut adalah pemilik perusahaan sesuai dengan porsi yang disepakati.

Jika perusahaan tersebut sehat, maka nilai saham yang kamu miliki akan ikut tumbuh, dan bisa Anda jual dengan laba yang cukup besar. Investasi saham dinilai memiliki resiko yang relatif tinggi dari sekian banyak instrumen investasi yang ada. Namun, jika Anda memiliki pengetahuan yang mumpuni dan pengalaman di dalamnya, saham bisa memberikan laba yang besar dan tentu saja peluang Anda untuk memiliki rumah akan semakin besar pula.

  [bim]

Baca juga:
Tips Investasi Saham: Mengenal Sunk Cost Fallacy Beserta Baik dan Buruknya
Tertarik Investasi Barang Branded, Kenali Dulu Seluk Beluk Hingga Tips dan Triknya
Kata Perencana Keuangan Soal Investasi Kripto, Penjelasan Lengkap Hingga Untung Rugi
Pelajaran Investasi Saham ala Warren Buffett, Bisa Dipelajari Sejak Kelas 4
Tips untuk Masyarakat Awam agar Tak Tertipu Investasi Ala Crazy Rich
Tips Aman Sebelum Terjun ke Investasi Kripto
Tips dan Trik Bisa Cuan Investasi Saham Investor Gaji UMR

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini