Sejarah Ramayana, dari Toko di Jalan Sabang Hingga Jadi Ritel Besar di Indonesia
Merdeka.com - Siapa yang tidak mengetahui Ramayana Department Store. Salah satu ritel besar di Indonesia ini telah menjadi andalan masyarakat dalam membeli baju, utamanya saat Lebaran.
Ramayana juga terkenal dengan iklannya yang menarik dan ceritanya yang unik. Salah satunya iklan dalam rangka menyambut Hari Raya Lebaran dengan lagu qasidahan 'Kerja Keras Bagai Kuda'.
Ramayana didirikan oleh Paulus Tumewu, seorang pengusaha asal Indonesia. Pada 1978, dia mula-mula mendirikan sebuah toko di Jalan Sabang, Jakarta Pusat yang menjual pakaian jadi bernama Ramayana Fashion Store. Kemudian pada 1983, toko tersebut diubah menjadi perusahaan publik, yang dikenal sebagai PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk.
Paulus sendiri menjabat sebagai Komisaris Utama PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk, induk usaha dari Ramayana dan Robinson Department Store. Orangtuanya membuka toko kelontong di Makassar, Sulawesi Selatan. Dia menikah dengan Tan Lee Chuan, adik Eddy Tansil, yang menganugerahinya tiga anak, dan kemudian hijrah ke Jakarta.
Pada tahun 1996, perusahaan ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode emiten RALS. Dengan saham PT Ramayana Makmursentosa sebesar 55,88 persen dan saham milik PT Jakarta Intiland sebesar 2,8 persen.
Pada tahun 2014, perusahaan ini menggandeng SPAR International asal Belanda, untuk membantu mengoperasikan Robinson.
Hingga akhir tahun 2021, perusahaan ini mengoperasikan 104 gerai department store Ramayana dan 82 gerai supermarket Robinson di seluruh Indonesia, yang terutama menyasar masyarakat menengah ke bawah.
Berdasarkan data Laporan Keuangan pada tahun 2021, Ramayana meraup pendapatan hingga Rp2,59 triliun. Tercatat laba bersih sebesar Rp189,12 miliar, total aset Rp5,08 triliun, dan total ekuitas sebesar Rp3,59 triliun.
Meski demikian, Ramayana sempat menutup 19 gerai sejak semester II-2020 hingga 2021 karena terdampak pandemi COVID-19. Adapun gerai yang tutup sejak 2020 itu antara lain di Surya Kencana, Banjarmasin, Koja, Baturaja, Duri, Payakumbuh, Solo, Bekasi Junction, Grand Cakung, Cirebon, Yogyakarta, Kusuma Bangsa, Bali II pada 2020. Sedangkan gerai yang tutup 2021 antara lain di Pasar Baru, Kramat Jati, Pondok Gede, Tebet, Palembang, dan Jembatan Merah.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya