Sandiaga Uno soal Varian Omicron Meningkat: Berwisata di Indonesia Saja

Senin, 10 Januari 2022 14:34 Reporter : Anggun P. Situmorang
Sandiaga Uno soal Varian Omicron Meningkat: Berwisata di Indonesia Saja Sandiaga Uno. ©Istimewa

Merdeka.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno angkat suara terkait meningkatnya kasus virus corona varian omicron. Terutama usai masyarakat melakukan wisata ke luar negeri. Dia mengajak, masyarakat menghentikan sementara kunjungan keluar negeri bila tidak mendesak.

"Kita berikan arahan tegas, jika tidak ada keperluan mendesak, berwisata di Indonesia saja," kata Sandiaga dalam konferensi pers, Jakarta, Senin (10/1).

Sandiaga mengatakan, hingga 8 Januari 2022 jumlah pasien omicron mencapai 414 orang. Ini meningkatkan kewaspadaan Indonesia terhadap kunjungan negara asing.

"Kita meningkatkan kewaspadaan terutama di pintu masuk. Ada 14 negara yang warganya dilarang masuk Indonesia. Pemerintah akan menyampaikan posisi terakhir kita hari ini," katanya.

Meski ada peningkatan kasus omicron, Sandiaga menambahkan, sejumlah perhelatan penting masih akan dijalankan, misalnya MotoGP. MotoGP akan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Kasus varian omicron akan berdampak pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Dan ini harus diantisipasi dan dimitigasi. Kita akan terus menyiapkan event yang sudah terencana dan kita pastikan bahwa Indonesia is ready," tandasnya.

2 dari 2 halaman

Perawatan Pasien Omicron

Kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia mencapai 318 orang. Terjadi penambahan sebanyak 57 kasus Omicron pada Sabtu (8/1).

Seiring terus bertambahnya kasus Omicron, Kementerian Kesehatan mengeluarkan rekomendasi perawatan pasien yang terjangkit virus B.1.1.529 itu. Rekomendasi ini berupa perubahan tatalaksana pada pasien asimtomatik dan gejala ringan.

Pada pasien Omicron dengan gejala ringan, Kementerian Kesehatan meminta untuk memberikan tambahan obat Molnupiravir dan Paxlovid.

"Selain itu, perlu penyiapan isolasi terpusat di DKI Jakarta dan aktivasi program telemedicine untuk isolasi mandiri di DKI Jakarta," kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi dikutip dari keterangan resmi Kementerian Kesehatan, Minggu (9/1).

Kementerian Kesehatan juga merekomendasikan agar pasien Omicron yang memiliki komorbid dengan tingkat keparahan apa pun menjalani perawatan di rumah sakit. Selanjutnya, diperlukan asesmen kebutuhan konsentrator oksigen atau isotank di daerah dengan peningkatan kasus perawatan seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Sulawesi Utara.

Nadia kemudian menjelaskan penambahan 57 kasus Omicron. Menurutnya, dari jumlah tersebut, 50 kasus dibawa pelaku perjalanan luar negeri dan 7 hasil transmisi lokal.

Baca juga:
Menko Luhut Larang Warga Jalan-Jalan Keluar Negeri: Jadi Tak Pulang Bawa Penyakit
Meski Kasus Omicron Tengah 'Ngebut', Pemerintah Pastikan MotoGP Tetap Lanjut
Sandiaga Uno Maksimalkan Hotel di Lombok Dukung MotoGP 2022
Wisata Bahari di Pesisir Mauk
Bidik Potensi Wisata, Menhub Budi Ingin Perluas Jangkauan LRT Jogja-Solo
Sandiaga Libatkan Desa Wisata Dukung Penginapan Wisatawan MotoGP Mandalika 2022

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini