PT Jasa Marga (Persero) tidak mengalami kerugian meskipun warga yang kesal dengan penutupan Gerbang Tol Pondok Gede Timur dan rest area di jalan tol Jatibening sempat memblokir dan menutup ruas jalan tol tersebut.
Direktur operasional PT Jasa Marga Hasanudin menuturkan, akses tol jatibening memang sempat ditutup untuk sementara waktu saat terjadi kekisruhan. "Kira-kira 30 menit," ungkap Hasanudin kepada merdeka.com, Jumat (27/7).
Sempat terjadi kemacetan panjang akibat pemblokiran Tol Jatibening arah Jakarta di Km 8. Antrean kendaraan sempat sampai Km 26 atau Tol Cikarang, Jawa Barat. Untuk mengurai kemacetan, Jasa Marga mengalihkan arus kendaraan menuju Jakarta melalui Tol JORR. Dari tol lingkar luar, kendaraan akan diarahkan ke Pasar Rebo dan keluar di Cawang.
Setelah ruas jalan tol dibuka kembali dan situasi berhasil dikendalikan, jajaran petinggi Jasa Marga yang dipimpin oleh Direktur Utama Adityawarman. Hasanudin menuturkan, meski jalan tol tersebut sempat ditutup, pihaknya sama sekali tidak mengalami kerugian.
Dia juga menyebutkan bahwa, satu unit mobil yang dibakar warga bukan milik Jasa Marga. "Tidak ada (kerugian). Tadi memang mobil bak terbuka dibakar, tapi itu mobil milik rekanan Jasa Marga yang membuat pagar," katanya.
Sebelumnya, warga melakukan aksi protes atas upaya Jasa Marga menutup gerbang Tol Pondok Gede Timur di Jatibening. Persoalan ini sudah terjadi cukup lama. Berkali-kali Jasa Marga mencoba menutup akses jalan tersebut. Alasannya, situasi di jalan tol tersebut tidak terkendali dengan kendaraan yang menaikkan dan menurunkan penumpang di jalan tol.
Jasa Marga mengaku tidak bermaksud memicu kemarahan warga. Hasanudin menjelaskan, pemagaran yang dilakukan oleh Jasa Marga semata-mata sebagai bentuk tanggungjawab otoritas jalan tol untuk memastikan keselamatan pengguna jalan tol dan masyarakat.
"Tujuan kami hanya menghindari orang masuk ke jalan tol. Karena itu sangat membahayakan baik pengguna maupun masyarakat," ujar Hasanudin kepada merdeka.com, Jumat (27/7).
Pengguna jalan tol kerap mengeluhkan kondisi di sekitar pintu tol tersebut. Dia mengakui hal tersebut adalah tugas berat bagi otoritas pengelola jalan tol.
"Kami hanya ingin memberikan standar pelayanan minimum. Salah satunya jaminan keselamatan," katanya.


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5369189/original/096798300_1759457863-kaya_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5562282/original/003523000_1776823938-Rosan_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380302/original/028828000_1792666857-Menko_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-22_Oktober_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381167/original/090088600_1792759090-WhatsApp_Image_2026-10-23_at_16.54.55.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381144/original/016756300_1792757549-WhatsApp_Image_2026-10-23_at_18.47.40.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381063/original/042571200_1792751402-WhatsApp_Image_2026-10-23_at_15.11.38.jpeg)