Jasa Marga tak bermaksud sulut kemarahan warga

Jasa Marga hanya berniat memastikan keselamatan pengguna jalan tol dan masyarakat.

Rita
Oleh Rita- Reporter
Jasa Marga tak bermaksud sulut kemarahan warga
Warga blokir Tol Jatibening arah Jakarta Km 8. ©2012 Merdeka.com

PT Jasa Marga (Persero) meminta warga sekitar Tol Jatibening untuk tidak bertindak anarkis. Direktur operasional Jasa Marga Hasanudin menuturkan, pihaknya tidak bermaksud memicu kemarahan warga.

Dia menjelaskan, pemagaran yang dilakukan oleh Jasa Marga semata-mata sebagai bentuk tanggungjawab otoritas jalan tol untuk memastikan keselamatan pengguna jalan tol dan masyarakat.

"Tujuan kami hanya menghindari orang masuk ke jalan tol. Karena itu sangat membahayakan baik pengguna maupun masyarakat," ujar Hasanudin kepada merdeka.com, Jumat (27/7).

Dia mengakui, kondisi di Pintu Tol Jatibening tidak teratur. Kendaraan pribadi maupun angkutan umum yang kerap menurunkan dan menggangkut penumpang di sekitar pintu tol tersebut, bukan pemandangan baru. Pengguna jalan tol kerap mengeluhkan kondisi di sekitar pintu tol tersebut. Dia mengakui hal tersebut adalah tugas berat bagi otoritas pengelola jalan tol. 

"Kami hanya ingin memberikan standar pelayanan minimum. Salah satunya jaminan keselamatan," katanya.

Kemarahan warga kali ini diakui sebagai buntut persoalan lama. Berkali-kali pihak Jasa Marga mencoba memagari di sekitar pintu tol Jasa Marga, namun selalu gagal dan kembali dirusak. Akhirnya, Kamis (26/7) malam, sekitar pukul 21.00 WIB, pihaknya memutuskan untuk membuat pagar permanen untuk menutup akses orang masuk ke jalan tol.

"Berkali-kali kami sudah dialog dengan warga, ada yang pro ada juga yang kontra. Terus terang ini tugas berat kami membuat jalan tol aman dan nyaman. Tidak ada maksud lain," jelasnya.

Saat ini, perwakilan pihak Jasa Marga tengah mencoba berdialog kembali dengan warga.

Rekomendasi