PT Bank Central Asia Tbk akan menutup unit usaha pengiriman uang di Malaysia mulai 30 April 2012. Hal ini disebabkan oleh unit di Malaysia tidak menguntungkan.
"Kita punya 4 gerai di Malaysia. Kita pikir bisa sukses seperti di Hong Kong, (tapi ternyata) kerugian Rp 27 miliar akumulasi dari tahun-tahun sebelumnya," ujar Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, di Hotel Kempinski, Kamis (26/4).
Menurutnya, lokasi para TKI di Malaysia menjadi faktor sulitnya unit pengiriman uang (remittance) BCA untuk berkembang. "Di Malaysia beda dengan Hong Kong. Kalau di Malaysia TKI nyebar," kata dia.
Untuk bisa memfasilitasi para TKI yang tersebar di Malaysia, Jahja menjelaskan bahwa BCA perlu setidaknya membuka 15-20 gerai di Malaysia dengan biaya yang cukup besar per unitnya. "Balik modalnya terlalu lama, remittance itu lebih baik kerjasama dengan money changer lebih untung," ujar dia.
Walaupun unit usaha pengiriman uang BCA di Malaysia akan tutup pada 30 April 2012, namun kantor di sana akan tetap buka hingga 11 Mei 2012 untuk memberikan informasi kepada nasabah terkait pengiriman-pengiriman uang.