PLN harus kerja keras penuhi kebutuhan rakyat jika golongan listrik disederhanakan

Senin, 13 November 2017 15:45 Reporter : Anggun P. Situmorang
Box Panel listrik. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Pemerintah berencana melakukan penyederhanaan golongan pelanggan listrik. Ke depan, golongan pelanggan listrik rumah tangga hanya terbagi menjadi tiga yakni subsidi 450 VA dan 900 VA, nonsubsidi 4.400 VA dan 13.000 VA, dan nonsubsidi 13.000 VA ke atas (loss stroom).

Pengamat Energi Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa mengatakan penggolongan pelanggan tersebut nantinya akan memicu kenaikan konsumsi listrik. Sebab, kebijakan tersebut memberikan kebebasan bagi masyarakat mengkonsumsi listrik lebih besar dari daya yang dimiliki sebelumnya.

"Pemerintah perlu mengkaji berapa besar potensi kenaikan konsumsi listrik dari penerapan kebijakan ini ke depan," ujar Fabby kepada merdeka.com di Jakarta, Senin (13/11).

Menurutnya, apabila terjadi peningkatan konsumsi maka pemerintah harus menyediakan pasokan listrik yang lebih besar. Hal ini tentu mengharuskan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) bekerja lebih keras memenuhi kebutuhan tersebut.

"Kalau konsumsi meningkat, yang perlu dikaji lagi adalah pemenuhan pasokan listrik di masa depan. Artinya, PLN harus bekerja lebih keras lagi nantinya," jelas Fabby.

Untuk itu, dia meminta, pemerintah mengkaji terlebih dahulu penerapan rencana tersebut. Mengingat saat ini kondisi keuangan PLN belum memadai jika harus menggarap program diluar prioritas dan urgent.

"Kebijakan ini seperti terburu-buru padahal sebenarnya tidak terlalu mendesak. Jadi dikaji saja dulu, biarkan PLN melakukan pekerjaan yang urgent seperti menyelesaikan persoalan daerah yang belum merasakan listrik 24 jam," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Energi Watch, Mamit Setiawan mengatakan kebijakan penyederhanaan golongan pelanggan listrik ini nantinya akan menimbulkan pemborosan. Hal ini bertentangan dengan ajakan penghematan energi listrik yang dikampanyekan oleh Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM).

"Konsekuensinya dengan semakin besarnya daya yang diberikan masyarakat akan semakin boros menggunakan listrik. Anggapannya, kalau saya punya 4.400 saya akan maksimalkan penggunaan ini. Walaupun tidak semua masyarakat menggunakan alat alat yang bisa memenuhi semuanya, tapi disisi lain masyarakat yang mewah pasti akan memaksimalkan itu," tandas Mamit.

[sau]

Topik berita Terkait:
  1. Tarif Listrik
  2. PLN
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.