Pertumbuhan industri makanan dan minuman turun
Merdeka.com - Turunnya tingkat konsumsi masyarakat Indonesia dalam komponen pembentuk produk domestik bruto (PDB), berbanding lurus dengan kinerja pertumbuhan industri makanan dan minuman pada kuartal I-2012.
Kementerian Perindustrian mencatat, pertumbuhan industri makanan dan minuman pada tiga bulan pertama tahun ini hanya 3 persen atau turun 1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Penurunan tersebut diakibatkan siklus tahunan dan daya beli masyarakat yang melemah," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemperin) Benny Wachyudi seperti dikutip Antara, saat pembukaan pameran produk industri makanan dan minuman di Jakarta, Selasa (22/5).
Menurut Benny, pertumbuhan industri makanan dan minuman pada kuartal II/2012, diperkirakan mengalami peningkatan sekitar 5-7 persen. "Kuartal II pertumbuhan industri makanan dan minuman diperkirakan naik 2-4 persen seiring tingginya permintaan pada Hari Raya Idul Fitri," ujarnya.
Namun, hingga akhir tahun, pertumbuhan industri makanan dan minuman diperkirakan bakal menurun seiring kenaikan harga elpiji untuk industri (50 kilogram) hingga 50 persen oleh Perusahaan Gas Negara (PGN).
"Naiknya harga elpiji menyebabkan nilai tambah industri makanan dan minuman berkurang. Hal ini akan berpengaruh terhadap permintaan pasar dan pertumbuhan ekonomi," paparnya.
Pemerintah akan berkoordinasi dengan pelaku usaha untuk menyikapi persoalan ini. Jika diperlukan kenaikan harga, idealnya dilakukan bertahap. Sebab, dikhawatirkan sektor industri dan konsumen tidak siap menerima dampak dari kenaikan harga tersebut. (mdk/oer)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya