Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Perdagangan perdana, saham SHIP langsung meroket 21,43 persen

Perdagangan perdana, saham SHIP langsung meroket 21,43 persen Bursa Saham. REUTERS/Daniel Munoz

Merdeka.com - PT Sillo Maritime Perdana Tbk resmi menjadi emiten ke-6 yang tercatat pada tahun 2016 ini. Perusahaan dengan bisnis sektor maritim tersebut kini punya kode saham (SHIP).

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Tito Sulistio mengatakan, perusahaan yang dipimpin oleh Purnawirawan Sutanto ini selalu menjaga kredibilitas, akuntabilitas, serta transparansi. Banyak investor mengincar saham perusahaan.

"‎Yang melihat perusahaan ini bukan hanya pegawai tapi seluruh investor," kata Tito di Jakarta, Kamis (16/6).

SHIP melakukan IPO dengan membanderol sahamnya di kisaran Rp 140 per lembar saham. Perseroan melepas 20,0 persen saham dari modal yang ditempatkan atau senilai Rp 500 juta.

Dengan total saham yang dilepas tersebut, perseroan menargetkan perolehan dana hasil IPO sekitar Rp 70 miliar. Rencananya 97 persen dana dari hasil IPO tersebut bakal digunakan untuk mengembangkan usaha perseroan melalui penyertaan saham untuk PT Suasa Benua Sukses sebesar 50,84 persen. Sementara untuk sisanya, sekira 10 persen akan digunakan untuk modal kerja perusahaan.

Perseroan telah menunjuk PT Lautandhana Securindo dan PT UOB Kay Hian Securities sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Pada pembukaan pertama Saham SHIP naik 21,43 Persen atau 22 poin ke level Rp 162 per saham.

Dari pantauan merdeka.com, tamu yang berasal dari pejabat negara antara lain, Menteri Perindustrian Saleh Husein, Direktur Utama Pertamina Dwi Soetijpto, Mantan Kepala Badan Intelejen Indonesia (BIN) A.M Hendropriyono.

Saleh Husein sendiri mengaku kedatangannya hanya memenuhi undangan Direktur Utama SHIP Edi Yosfi. Apalagi, Menteri Saleh mengenal sosok direktur utama SHIP sejak tahun 80an.

"Iya saya datang karena diundang oleh direksi maupun komisaris. Saya berteman dengan Pak Edi sejak tahun 80an dari zaman susah. Ibaratnya kalau teman nikah terus diundang masa tidak dateng," kata Menteri Saleh di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

Menteri Saleh menambahkan dirinya punya hubungan erat dengan Komisaris Utama SHIP yang juga mantan Kapolri Sutanto. Menurutnya, kedatangannya sebagai bentuk dukungan bisnis semata.

"Saya juga kenal lama dengan beliau, tentu kalau ada temen yang maju harus kita support," kata Menteri Saleh.

Di tempat sama, Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto menjelaskan kehadiran tak dalam rangka menjalin bisnis dengan Pertamina. "Belum ada kerja sama, saya kebetulan diundang saja," kata Dwi.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP