Penyebab dan Solusi Menteri Basuki Pada Banjir Sentani di Papua

Senin, 1 April 2019 09:37 Reporter : Merdeka
Penyebab dan Solusi Menteri Basuki Pada Banjir Sentani di Papua Menteri PUPR di lokasi banjir Sentani. ©2019 Liputan6.com

Merdeka.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) coba mengunjungi lokasi banjir Sentani di Kampung Doyo Baru, Kecamatan Waibu, Kabupaten Jayapura, Papua. Dalam kesempatan tersebut, dia mengatakan, banjir bandang tersebut merupakan musibah musiman tiap 5-6 tahunan yang kerap melanda wilayah Sentani dan sekitarnya.

"Ini memang kejadian yang setiap 5-6 tahun terjadi dan ada dokumentasinya. Tapi tidak terlalu besar seperti ini dan masih ada di dalam chanel atau Sungai Dobokurung. Tahun ini debitnya begitu besar sehingga meluap," urainya di Kampung Doyo Baru, Papua, Minggu (31/3).

Meluapnya debit air itu disebutkannya terjadi lantaran ada perubahan permukaan tanah di sekitar kawasan sungai akibat dibangunnya kawasan pemukiman. Sehingga tak bisa lagi menahan aliran sungai saat volumenya berlebih.

Dia lantas membuat dua analisa, apa langkah yang harus dilakukan ke depannya agar musibah banjir bandang musiman ini tak sampai menghantam pemukiman padat di kawasan hilir.

"Pertama, saya akan analisa cepat untuk mengarahkan kembali air ke aliran sungai aslinya. Kedua, karena material ini masih terbawa jadi kita bikin sabo dam seperti di Merapi. Jadi air mengalir dan material tertahan," jelasnya.

Dia menjelaskan, pembangunan sabo dam beserta tanggul dan lainnya akan didahului dengan membuat desain awal yang diperkirakan selesai sekitar 1-2 bulan. Semetara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bakal mengurusi tata lingkungan yang rusak.

"Ini tidak mungkin terjadi kalau ekosistemnya tidak terganggu. Perbaikan ekosistem nanti dibawah koordinasi BNPB dan KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan)," sebut dia.

Tak hanya itu, Menteri Basuki pun melarang keras adanya tindak illegal logging hingga penambangan liar di kawasan Gunung Cyclop yang di bawahnya banyak terdapat pemukiman warga. "Harus keras, karena (gunung) Cyclop ini kan panjang. Ini di bawahnya kan pemukiman semua. Tidak sebanding hasil yang dihasilkan dengan dampak yang seperti ini. Jadi harus keras, semua harus mendukung itu," tegasnya.

"Makanya ada pak BNPB, nanti akan menggerakkan TNI/Polri juga. Terutama dikomandoi oleh Gubernur (Papua), bupati dan walikota juga," dia menambahkan.

Tindak lanjut lainnya, Menteri Basuki menyatakan bakal merelokasi pemukiman yang berada di wilayah yang berfungsi sebagai penahan aliran sungai lantaran sudah betul-betul membahayakan. "Makanya kita harus lihat tata ruangnya seperti daerah-daerah lain. Saya akan relokasi warga korban banjir Sentani cari tempat yang aman," ujar dia.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini