Pemerintah Ingatkan Penyaluran Subsidi BBM Saat ini Tidak Tepat Sasaran

Jumat, 12 Agustus 2022 16:23 Reporter : Anisyah Al Faqir
Pemerintah Ingatkan Penyaluran Subsidi BBM Saat ini Tidak Tepat Sasaran Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. ©2020 Istimewa

Merdeka.com - Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia mengungkapkan, selama ini subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang diberikan pemerintah tidak tepat sasaran. Sementara, dalam menahan harga kenaikan BBM dari nilai keekonomiannya ini telah membuat beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terbebani.

"Subsidi kita ini malah kepada mobil-mobil yang di atas 500 CC. Mobil Aplard pakai minyak subsidi. (Misalnya) kayak saya pakai minyak subsidi, kan tidak fair dong," ungkap Menteri Bahlil di Kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (12/8).

Menteri Bahlil menuturkan, pemerintah akan tetap memberikan subsidi BBM. Hanya saja akan diarahkan kepada kendaraan-kendaraan menengah ke bawah.

Misalnya untuk motor di bawah 250 CC, angkutan umum dan kendaraan logistik kepentingan masyarakat. Sedangkan sisanya tidak diperbolehkan menggunakan BBM bersubsidi.

"Kalau yang lainnya ini mungkin tidak subsidi, (tapi). sebagiannya tetap akan kita subsidi," kata dia.

Pembatasan konsumsi BBM ini, kata Menteri Bahlil, dalam rangka menjaga kesehatan APBN. Mengingat dengan tren kenaikan harga minyak dunia sekarang semakin tinggi. Sehingga membuat beban kompensasi dan subsisi yang dibayarkan pemerintah bisa makin bengkak.

"Mungkin ya, ini mungkin akan ada perubahan (alokasi subsidi dan kompensasi BBM)," kata dia.

2 dari 2 halaman

Pembatasan BBM Lewat Aplikasi My Pertamina

lewat aplikasi my pertamina

Pembatasan konsumsi BBM, kata Menteri Bahlil, bisa dilakukan menggunakan aplikasi My Pertamina. Instrumen digitalisasi tersebut akan mempermudah pemerintah dalam mendeteksi konsumen BBM pemerintah.

"My Pertamina itu kan bagian dari instrumen digitalisasi untuk mengkanalisasi agar subsidinya tepat sasaran," kata dia.

Berdasarkan pengalamannya saat menjadi pengusaha, banyak pengusaha yang menggunakan BBM bersubsidi untuk kegiatan tambang. Padahal seharusnya mereka menggunakan minyak untuk industri.

"Itu dulu yah, mudah-mudahan sudah tidak lagi. Makanya sekarang kita kanalisasi lewat aturan-aturan," kata dia.

"My Pertamina itu salah satu instrumen agar tidak terjadi pemakaiann minyak yang tidak tepat sasaran," kata dia mengakhiri.

[bim]

Baca juga:
Jika Kondisi ini Terjadi, Pemerintah Bakal Naikkan Harga BBM
Stok Pertalite di DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat Tinggal untuk 15 Hari ke Depan
Per Juli 2022, Pemerintah Gelontorkan Subsidi BBM dan Elpiji Rp62,7 Triliun
Jaga APBN Tak Jebol, Pertamina Diminta Kendalikan Volume BBM Subsidi
Pemerintah Cadangkan Dana Rp18 Triliun untuk Redam Guncangan Harga BBM
Subsidi Energi Habiskan Dana APBN Rp116 Triliun Hingga Juli 2022
Penyebab Pertalite Kosong di Jakarta

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini