Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemerintah cari pasar baru produk olahan karet

Pemerintah cari pasar baru produk olahan karet ban. shutterstock

Merdeka.com - Kementerian Perdagangan mengakui turunnya harga karet di pasaran dunia dua bulan lalu lantaran manajemen suplai yang tidak tepat. Dari harga USD 300 per ton pada April, Juni lalu harga karet di pasaran dunia turun menjadi USD 2,7 per kilogram atau USD 280 per ton.

Penyebab utama adalah China yang mengurangi permintaan dan membuat suplai berlebih.Untuk mempercepat pemulihan harga, pemerintah tengah berupaya mencari pasar baru untuk produk olahan karet.

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi menyatakan, ada peluang besar untuk memasok karet Indonesia, tidak hanya ke industri ban atau otomotif.

"Kita harus mulai menggarap pasar non-ban, ada permintaan untuk rubber dock (pelapis dermaga) pelabuhan, atau yang banyak di Afrika adalah penampung air dari karet. Jadi ini pangsa pasar kita coba garap," ujar Bayu saat ditemui di kantor Kemendag, Rabu (3/10).

Namun Bayu tidak menampik bila produsen ban di dunia tetap menjadi penyerap karet terbesar selama ini. Karena itu, pihaknya berjanji memfasilitasi industri agar secara perlahan menerapkan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah komoditi karet.

"Karet ini kuncinya adalah ban. Jadi sekarang kita merintis menghubungkan pengusaha karet ke pabrik mobil, tidak harus melalui ban," katanya.

Selama enam bulan terakhir, pemerintah mengaku telah menahan 300.000 ton untuk tidak diekspor. Bayu menilai kebijakan itu telah berdampak positif.

"Harga (September) sudah USD 3 per kilogram lagi, Dinamika karet memang lebih ke demand. Mengendalikan pasokan merupakan langkah yang lebih pas," paparnya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP