Pemerintah Bakal Guyur Bansos dan Subsidi Redam Dampak Kenaikan Harga BBM Hingga LPG

Selasa, 19 April 2022 16:05 Reporter : Anggun P. Situmorang
Pemerintah Bakal Guyur Bansos dan Subsidi Redam Dampak Kenaikan Harga BBM Hingga LPG SPBU Abdul Muis. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Merdeka.com - Tingkat inflasi Indonesia sampai saat ini masih terjaga, yakni sebesar 2,64 persen (yoy) pada Maret 2022, meski tengah menghadapi lonjakan komoditas global dan disrupsi rantai pasok dunia akibat krisis geopolitik antara Ukraina dan Rusia.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Edy Priyono mengatakan, tingkat inflasi didorong oleh gejolak harga komoditas global, peningkatan kebutuhan pangan strategis pada bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri, serta penyesuaian harga BBM dan LPG non subsidi.

Menghadapi potensi lonjakan inflasi ke depan, kata Edy, pemerintah menyiapkan skenario penguatan bantalan sosial bagi masyarakat untuk meminimalisir dampak negatif dari kenaikan harga.

"Selain melanjutkan berbagai skema bantuan sosial, pemerintah juga terus mempertahankan subsidi listrik, BBM, LPG, dan subsidi beberapa komoditi lain, seperti pupuk, kedelai, dan minyak goreng," jelas Edy, di Gedung Bina Graha Jakarta, Selasa (19/4).

"Artinya subsidi pemerintah naik dan beban anggaran juga bertambah, tapi ini dilakukan untuk menjaga agar masyarakat tetap dapat membeli kebutuhan pokok," sambungnya.

2 dari 2 halaman

Bansos Minimalkan Dampak Kenaikan Harga

dampak kenaikan harga rev1

Edy mengungkapkan, sebelumnya pemerintah juga menyalurkan bantuan sosial, seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) minyak goreng, BLT dana desa, dan Bantuan Subsidi Upah (BSU). Menurutnya, berbagai skema bansos ini, dapat meminimalkan dampak negatif kenaikan harga dan mempercepat proses pemulihan ekonomi Indonesia.

Seperti diketahui, sejumlah pakar ekonomi memprediksi akan terjadi lonjakan inflasi dalam beberapa waktu ke depan, menyusul kenaikan harga pangan, BBM Pertamax, dan tarif PPN menjadi 11 persen.

Lonjakan inflasi disinyalir akan menghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia karena berpengaruh pada daya beli masyarakat. Terlebih selama ini perekonomian Indonesia ditopang oleh konsumsi rumah tangga.

[bim]

Baca juga:
Pemerintah Beri Subsidi Besar Agar Harga BBM dan Elpiji Tetap Terjangkau
Pertamina: Masyarakat Tak Perlu Cemas, Stok Pertalite Cukup untuk 10 Hari ke Depan
Kendaraan Pemerintah Hingga Mobil Mewah Seharusnya Dilarang Isi BBM Subsidi
Lebih Sayang Mobil, Masyarakat Menengah Atas Disebut Tak akan Beralih ke Pertalite
Lebih Baik Tunda Proyek Ibu Kota Baru Dibanding Naikkan Harga Pertalite dan LPG 3 Kg
Kuota Solar Subsidi Diusul Ditambah 2 Juta Kiloliter
ESDM Prediksi Konsumsi Pertalite Membengkak 15 Persen di 2022

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini