Pariwisata Bangkit, Ekonomi Bali Bisa Tumbuh Capai 5,3 Persen

Sabtu, 13 Agustus 2022 19:07 Reporter : Merdeka
Pariwisata Bangkit, Ekonomi Bali Bisa Tumbuh Capai 5,3 Persen Ilustrasi Pariwisata Bali. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Bali menjadi salah satu wilayah yang terdampak pandemi covid-19, membuat sektor pariwisata di wilayah tersebut terpuruk. Untuk itu, diperlukan upaya strategis pemerintah bersama semua stakeholder untuk memulihkan pariwisata yang menjadi tonggak perekonomian Bali.

"Setidaknya mengembalikan kondisi ekonomi seperti tahun 2019 di mana kunjungan wisatawan domestik ke Bali mencapai 10,5 juta dan wisatawan mancanegara mencapai 6,3 juta," kata advokat, kurator dan pengurus dari Wibhisana & Partner, Yudhi Wibhisana dikutip Sabtu (13/8).

Yudhi menjelaskan, Bali merupakan etalase pariwisata Indonesia, oleh karena itu wajar bila pemerintah khususnya pusat sangat memperhatikan kondisi Bali saat ini.

"Jika ini berhasil, maka pertumbuhan ekonomi Bali akan mencapai 5,3 persen, melebihi pertumbuhan ekonomi nasional dengan kontribusi sektor pariwisata (sektor tersier) mencapai 61 persen dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDBR) Bali," imbuh Yudhi.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Bali, Tjok Oka A.A. Sukawati yang biasa dipanggil Cok Ace, juga menyampaikan kondisi perekonomian Bali sempat menjadi yang terendah di Indonesia akibat pandemi. Dirinya berharap upaya dari seluruh stakeholder dapat mengembalikan perekonomian Bali seperti sebelum pandemi.

"Karena diperlukan upaya dari berbagai pihak yang intinya bagaimana menyelamatkan ekonomi Bali," harapnya.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, dibukanya pintu masuk penerbangan internasional ke Bali akan menjadi salah satu upaya pemulihan ekonomi Pulau Dewata. Selain itu, juga akan menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih luas.

"Tidak hanya bagi masyarakat Bali, tapi Indonesia secara keseluruhan," kata Sandiaga Uno dalam keterangan pers yang diterima Liputan6.com, Jumat (4/2).

Menurutnya, perekonomian Bali menjadi sangat terdampak dengan adanya pandemi Covid-19. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Bali pada pada kuartal I hingga kuartal III tahun 2021, mengalami kontraksi sedalam 3,43 persen.

"Sudah hampir dua tahun Bali mengalami kontraksi yang sangat signifikan. Mengingat pertumbuhan ekonomi Bali sebagai salah satu tulang punggung pariwisata kita," ujarnya.

Sumber: Liputan6.com [azz]

Baca juga:
Penyebab Harga Tiket Pesawat Australia-Bali Lebih Mahal dari Australia-Thailand
Bukti Harga Tiket Pesawat Australia-Bali Lebih Mahal dari Australia-Thailand
Harga Tiket Pesawat Australia-Bali Lebih Mahal dari Australia-Thailand, Kok Bisa?
Curhat Anak Jusuf Hamka Kepanasan di Pesawat, Basah Kuyup Seperti Lagi Sauna
Jadi Tuan Rumah WWF 2024, 100.000 Turis Bakal Tinggal di Bali Selama Sepekan
Tiket Pesawat Mahal, Wagub Bali Minta Pemerintah Subsidi Silang

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini