Menteri Suharso: Pandemi Hambat Pencapaian Pembangunan Berkelanjutan di RI

Jumat, 12 Agustus 2022 11:32 Reporter : Anisyah Al Faqir
Menteri Suharso: Pandemi Hambat Pencapaian Pembangunan Berkelanjutan di RI Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. ©2021 Foto: Humas Bappenas

Merdeka.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), Suharso Monoarfa mengatakan pandemi Covid-19 telah mengganggu pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan yang menjadi agenda internasional Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Kita agak terganggu akibat pandemi Covid-19, hingga hampir semua target pencapaian SDGs ini tersendat," kata Suharso dalam Kick Off Indonesia's SDGs Action Award 2022, Jakarta, Jumat (12/8).

Program SDGs ini memberikan ruang untuk semua pihak dalam menjalankan kegiatan usaha apapun bukan hanya fokus pada pencapaian nilai ekonomi. Melainkan memperhatikan nilai-nilai sosial dan tata kelola yang baik dan benar.

"Masa depan kita ini bergantung pada kolaborasi pemangku kebijakan dalam menentukan ekosistem yang berkelanjutan yang lebih transparan dan mementingkan hak asasi manusia," kata dia.

Meski begitu, pandemi telah menyadarkan banyak pihak untuk mengutamakan kebersamaan dalam solidaritas. Bahkan meningkat kepedulian terhadap masalah sosial, ekonomi, dukungan dan tata kelola.

"Pandemi mendorong kita untuk kian fokus pada pencapaian target agar tidak seorangpun tertinggal," kata dia.

Untuk itu, Suharso mengajak semua pihak untuk melakukan kolaborasi multi pihak. Sebab ini bisa menjadi kunci dalam menjawab tantangan yang sedang dan akan dihadapi dari waktu ke waktu. "Pemerintah tidak bisa kerja sendiri apalagi setelah situasi setelah pandemi," kata dia.

Lewat SDGs ini, semua pihak harus bekerja lebih terintegrasi, inklusif, bermitra, sensitif terhadap segala kondisi. Agar tidak ada satupun yang tertinggal.

Baca juga:
Pemerintah Jabarkan Strategi Jadikan Indonesia Negara Maju 2045
Gara-Gara ini, Indonesia Berpotensi Rugi Rp544 T Hingga 2024
Ke Amerika, Menteri Suharso Kaji Kereta Gantung Jadi Transportasi di IKN
Naik 10 Persen, Nilai Ekspor Produk Perikanan Indonesia Capai USD 5,7 Miliar di 2021
Bappenas: 57 Persen Penduduk Miskin Tak Punya NIK dan Belum Dapat Bantuan
Pemerintah Segera Terbitkan Perpres Insentif untuk Investor di IKN

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini