Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menhub Budi sebut tak perlu revisi tambahan libur Lebaran 2018

Menhub Budi sebut tak perlu revisi tambahan libur Lebaran 2018

Merdeka.com - Pemerintah Jokowi-JK menggelar rapat terbatas (ratas) seputar kebijakan cuti bersama Lebaran 2018 di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). Sebagai salah satu yang ikut serta, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menilai aturan cuti atau libur bersama yang telah disahkan tidak perlu direvisi lagi.

Dia mengatakan, penambahan waktu libur Lebaran 2018 dari 7 hari menjadi 10 hari itu baik, dengan mempertimbangkan faktor arus balik pada saat mudik nanti.

"Kalau Kemenhub memang melihat ada libur di awal itu akan memperbaiki atau lebih gampang me-manage arus lalu lintas pulang mudik," ujar dia di Kemenko PMK, Jakarta, Senin (30/4).

Menurutnya, penambahan waktu cuti 3 hari tidak bermasalah bagi para pengusaha logistik, karena pemerintah telah mengoordinasikan mereka untuk tetap berkegiatan pada saat Lebaran.

Dia melanjutkan, berbagai sektor usaha lainnya pun tidak tidak merasa keberatan terkait itu. "Saya berwenang di bawah koordinasi saya, tidak ada komplain. Kalau misal orang kantor libur, untuk sektor jasa transport tidak boleh libur. Bandara saja buka, masa pelabuhan mau tutup. Tetap jalan," tegas dia.

Jika sampai waktu libur cuti bersama Lebaran 2018 nantinya dipotong, Menhub Budi menyarankan, agar para pemudik bisa pulang lebih awal demi menghindari kemacetan arus balik mudik Lebaran.

"Kita rekomendasikan mereka pulang lebih awal, even ada libur dua hari lebih. Kita juga merekomendasikan bagi mereka yg punya anak untuk pulang duluan, jadi supaya memecah kemacetan juga," imbau dia.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP