Layani 230.000 UMKM, Startup Qasir Catat Transaksi Rp 75 Miliar Tiap Minggu

Selasa, 3 Maret 2020 12:32 Reporter : Merdeka
Layani 230.000 UMKM, Startup Qasir Catat Transaksi Rp 75 Miliar Tiap Minggu UMKM. doc/merdeka.com

Merdeka.com - PT Solusi Teknologi Niaga (Qasir) terus mengembangkan ekosistem yang terintegrasi untuk pelaku UMKM di Indonesia. Salah satunya dengan mengembangkan kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan rintisan atau fintech yang memiliki keahlian spesifik dalam menjawab berbagai tantangan yang kerap dihadapi UMKM di Tanah Air, salah satunya terkait permodalan.

Perusahaan saat ini memiliki 230 ribu pengguna yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Tercatat sejak awal tahun 2020 ini, transaksi yang terekam di dalam sistem Qasir mencapai Rp76 miliar setiap minggunya.

"Ini menandakan potensi bisnis usaha mikro dan kecil yang demikian besar. Karenanya keberadaan pengusaha di skala ini perlu lebih banyak pendampingan agar bisa bertahan dalam persaingan serta perkembangan teknologi," ucap CEO Qasir, Michael Williem dikutip keterangan resminya di Jakarta, Selasa (3/3).

Michael Williem mengatakan, keinginan untuk naik kelas bagi usahawan mikro pada dasarnya sangat besar, namun terhambat keterbatasan untuk mencari peluang yang ada, termasuk akses ke perbankan atau pinjaman modal.

"Pesatnya teknologi kerap membuat usahawan mikro dan kecil gigit jari karena mereka terancam tergerus oleh persaingan. Karenanya, sejak awal didirikan, semangat kami adalah merangkul mereka untuk ikut mengembangkan usaha lewat inovasi digital. Salah satunya membuka akses mereka ke berbagai layanan fintech dan teknologi yang sudah diintegrasikan ke dalam aplikasi Miqro milik Qasir," terang Michael.

Melalui layanan Miqro tersebut, Qasir membantu mempercepat proses inklusi keuangan dengan menekankan pentingnya pencatatan keuangan yang rapi secara digital. Dengan pencatatan keuangan digital tersebut, maka UMKM yang tergabung bisa terhubung ke fintech yang siap memberi modal.

"Data internal kami menunjukkan bahwa pencatatan yang kurang rapi membuat mereka tidak memenuhi syarat sebagai kreditur. Sehingga mereka sulit menambah modal kerja untuk berkembang," tutur Michael.

Berangkat dari masalah di atas, Qasir menjalin kerjasama dengan fintech Peer to Peer (P2P) Lending seperti Koinworks dan Qazwa. Uniknya, pendanaan yang difasilitasi Qasir melalui kedua fintech ini bukanlah dalam bentuk dana segar, namun dalam bentuk kredit produktif yaitu pembelian stok barang untuk dijual kembali, yang besarannya disesuaikan dengan kemampuan.

Besaran ini diukur berdasarkan behaviour belanja tiap pengguna aplikasi, yang datanya sudah terekam dalam sistem Qasir, yaitu mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Hingga saat ini, Qazwa dan Koinworks sudah menyalurkan pendanaan kepada ratusan usahawan Miqro dengan total angka menembus angka miliaran rupiah.

Baca Selanjutnya: Ciptakan Ekosistem Digital...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. UMKM
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini