Kalla Grup bidik proyek pembangkit panas bumi

Reporter : Harwanto Bimo Pratomo | Senin, 15 April 2013 13:47
Kalla Grup bidik proyek pembangkit panas bumi
PLTP Ulu Belu. ©2012 Merdeka.com/Yulistyo Pratomo

Merdeka.com - Setelah PLTA, Kalla Grup berencana membangun pembangkit listrik panas bumi atau geothermal dengan memanfaatkan energi panas bumi Gunung Lompobattang, Sulawesi Selatan.

Presiden Direktur Kalla Grup Fatimah Kalla berharap 20 persen pasokan listrik bisa diperoleh dari energi terbarukan. Untuk mewujudkan itu diperlukan berbagai upaya menggali potensi yang ada.

"Salah satu yang potensial dieksplorasi di Sulsel adalah energi panas bumi yang ada di Gunung Lompobattang," kata Fatimah melalui siaran pers yang diterima merdeka.com, Senin (15/4).

Fatimah menambahkan energi listrik merupakan salah satu penopang utama pergerakan ekonomi masyarakat. "Hal inilah yang mendorong kami untuk berinvestasi di bidang energi khususnya pada pengembangan potensi energi terbarukan," ujarnya.

Pihaknya berharap dukungan Pemprov Sulsel untuk memperlancar pembangunan ini. "Insya Allah jika sudah beroperasi nanti, potensi listrik di Sulsel tidak akan mengalami kekurangan lagi," ucap Fatimah.

Pembangunan power plant Geothermal ini menghabiskan anggaran sebesar USD 33 juta untuk biaya studi awal dengan rencana pembangunan selama empat tahun.

Asisten III Bidang Kesra Setda Pemprov Sulsel Amal Natsir mengatakan kondisi geografis Sulsel sangat potensial dalam pengembangan energi terbarukan. "Setidaknya ada 16 titik-titik potensial yang bisa dieksplorasi salah satunya di Gunung Lompobattang ini," tegasnya.

Sekadar diketahui, saat ini Kalla Grup telah mengoperasikan dan mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso. Nantinya, PLTA Poso akan menyuplai kebutuhan listrik di kawasan Sulawesi.

PLTA Poso rencananya akan dibangun di tiga tempat yakni PLTA Poso I dengan kapasitas 60 megawatt (MW), PLTA Poso II (195 MW), dan PLTA Poso III (320 MW). PLTA yang sudah beroperasi tahun ini adalah PLTA Poso II dengan memakan biaya sekitar Rp 4 triliun.

[noe]

Rekomendasi Pilihan

KUMPULAN BERITA
# PLTP# Geothermal

Komentar Anda



BE SMART, READ MORE