Jokowi: Hampir Semua Negara Pertumbuhan Ekonominya Turun, Kita Masih Diberi 5 Persen

Rabu, 6 November 2019 13:08 Reporter : Dwi Aditya Putra
Jokowi: Hampir Semua Negara Pertumbuhan Ekonominya Turun, Kita Masih Diberi 5 Persen Jokowi di Indonesia Banking Expo 2019. ©2019 Merdeka.com/Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambut baik pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III-2018 yang terjaga di kisaran 5 persen. Menurutnya, angka ini masih bagus di tengah kondisi gejolak ekonomi global.

"Hampir semua negara pertumbuhan ekonominya turun, tapi kita Alhamdullilah kita masih diberi angka 5 persen lebih sedikit memang. Tapi sudah diberi lebih dari 5 persen itu sudah bagus," ungkap Presiden Jokowi dalam acara Indonesia Banking Expo 2019 di Jakarta, Rabu (6/11).

Presiden Jokowi mengatakan banyak sejumlah negara yang mengalami pelemahan ekonomi lebih dalam dari Indonesia. Misalnya saja Hong Kong mengalami resesi dengan pertumbuhan ekonomi yang terkontraksi 3,2 persen di kuartal III-2019, dari sebelumnya di kuartal II-2019 terkontraksi 0,4 persen.

"Negara lainnya ada yang tumbuh minus, ada yang menuju nol, ada yang berkurang 1-2 persen, bahkan ada yang dari 7 persen menjadi 1 persen. Jadi dengan 5 persen itu menandakan lebih bagus dari negara-negara lain, ini patut kita syukuri," katanya.

Mantan Walikota Solo ini menambahkan, pada dasarnya Indonesia memiliki potensi untuk menjadi negara dengan pendapatan tinggi (high income country). Untuk itu perlu menggenjot ekonomi untuk keluar dari jebakan negara dengan pendapatan menengah (middle income country).

Saat ini status Indonesia sendiri sebagai negara dengan Produk Domestik Bruto (PDB) berskala USD 1 triliun. Bahkan, paritas daya beli (purchasing power parity/PPP) Indonesia berada di peringkat ke-7 di dunia. "Artinya kita sebesarnya besar, punya potensi menjadi negara yang berpenghasilan tinggi," katanya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,02 persen di kuartal III-2019. Melambat dari posisi kuartal III-2018 yang sebesar 5,17 persen, maupun dari kuartal II-2019 yang sebesar 5,05 persen. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini