Ini Dia Pemilik Hisana Fried Chichen, Ternyata Pernah Jadi Sales Kompor
Merdeka.com - Tekun, mampu melihat peluang, serta komitmen, menjadi prinsip dasar Tatang Suharta sebagai pendiri Hisana Fried Chicken. Hisana kini menjadi sebuah merek dagang ayam goreng tepung yang cukup populer.
Sejak bisnis Hisana dirintis pada tahun 2005, hingga saat ini, gerai Hisana sudah mencapai ribuan lebih yang tersebar di Jabodetabek.
Namun, banyak pengorbanan yang harus dikeluarkan oleh Tatang sebelum menjadi bos dari ratusan gerai Hisana Fried Chicken. Ingin membangun bisnis, Tatang belum memiliki cukup uang untuk modal.
Saat mendapatkan pemutusan hubungan kerja (PHK) dia tak dapat pesangon. Meski demikian, dia tak surut asa bangkit dari keterpurukan ekonomi
Mengumpulkan dana untuk modal usaha juga dilakukan sebagai sales kompor, yang mendatangi rumah-rumah warga. Selain itu, dia pernah menjadi sales kartu kredit, dan sebagainya. Namun, lagi-lagi, modal belum terkumpul cukup untuk memulai bisnis.
Hingga pada tahun 2006, pria asli Kuningan Jawa Barat itu bercerita bahwa modal awal membangun Hisana Fried Chicken sebesar Rp13,6 juta. Uang tersebut adalah hasil patungan dengan sang kakak. Porsinya, masing-masing 50 persen.
Tatang menyampaikan alasannya memilih usaha ayam goreng sebagai peluang bisnis karena komoditas tersebut sudah teruji di pasar. Tinggal modifikasi, sekaligus pembeda antara produk Hisana dengan merek lain.
"Pertama, kita pilih produk yang sudah terbukti laku di pasaran, yang umum, seperti bakso, kemudian bubur, fried chicken, itu sudah puluhan tahun. Ambil bidang itu, dan kita ambil diferensiasinya," ujar Tatang dikutip merdeka.com, pada Rabu (22/2).
Pelan namun pasti, ekspansi gerai kemitraan Hisana Fried Chicken terus berkembang. Yang ditonjolkan Tatang dalam bisnisnya yaitu menerapkan konsep syariah.
Dia beralasan agar usahanya lancar tanpa harus terganggu karena masalah kesejahteraan dan keberlangsungan bisnis.
"Kalau bisnis ingin langgeng kita tidak boleh merugikan orang, tidak boleh ada yang terzhalimi, baik itu supplier, karyawan dan semua yang terlibat dalam perusahaan ini, enggak boleh ada yang terzalimi atau terugikan," pungkasnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya