Ini alasan pasar saham beri respons positif pencapresan Jokowi

Selasa, 18 Maret 2014 13:50 Reporter : Ardyan Mohamad
Ini alasan pasar saham beri respons positif pencapresan Jokowi saham. Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Kepala Ekonom Bank Danamon Anton Gunawan membenarkan euforia pasar saham dan valuta asing pekan lalu didorong kabar majunya Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menjadi calon presiden.

Salah satu alasan investor bergairah mendengar berita itu, karena pria akrab disapa Jokowi ini dianggap mampu menggenjot pembangunan infrastruktur. Wajar saja mengingat isu sarana prasarana menjadi masalah utama perekonomian Indonesia.

"Sehingga ketika muncul kandidat yang pola kepemimpinannya dianggap bisa mendorong infrastruktur, reaksinya positif kepada market," kata Anton di Jakarta, Selasa (18/3).

Sentimen positif, khususnya kepada IHSG atau Rupiah, ke depan akan dipengaruhi persepsi pasar terhadap kandidat favorit itu. Kendati demikian, bukan berarti Jokowi sangat menentukan. Investor juga bisa kembali dilanda euforia ketika ada calon presiden lain yang dianggap punya kemampuan mengatasi persoalan infrastruktur.

"Sekarang tinggal efek crowd story, apalagi buat isu bottleneck di infrastruktur. Mereka mencari leadership yang bisa angkat itu semua," ungkapnya.

Selain visi mengatasi persoalan infrastruktur, Anton mengingatkan siapapun calon presiden agar menjaga beberapa pendekatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Investor, terutama dari luar negeri, menganggap rezim SBY sukses menjaga stabilitas makroekonomi. Kabinet diisi ekonom kompeten seperti Boediono atau Daradjatun Kuncoro Jakti sangat disukai.

Presiden selanjutnya, kata Anton, diharapkan meneruskan pemilihan pejabat seperti itu untuk pos regulator perekonomian.

Justru pasar sangat merespon negatif kebijakan SBY yang memilih menteri bidang perekonomian ke sosok petinggi partai politik.

"Pemilihan sosok yang tepat seperti itu diharapkan tetap dipertahankan. Sebab kebijakan yang banyak bolong-bolongnya di kementerian yang diisi politisi. Mereka kelihatannya titik utama kelemahan sehingga tidak mampu mengimplementasikan program yang diperlukan," kata Anton. [noe]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini